AUTOS VIRAL: Komentar Pakar soal Heboh Video Driver Ojek 'Jajah' Trotoar

Trending

Fun / Trending

AUTOS VIRAL: Komentar Pakar soal Heboh Video Driver Ojek 'Jajah' Trotoar

AUTOS VIRAL: Komentar Pakar soal Heboh Video Driver Ojek 'Jajah' Trotoar

KEPONEWS.COM - AUTOS VIRAL: Komentar Pakar soal Heboh Video Driver Ojek 'Jajah' Trotoar JAKARTA - Jagat maya dihebohkan dengan video di Youtube berisi pertengkaran antara driver ojek pangkalan dengan aktivis pejalan kaki yang menentang penggunaan trotoar sebagai tempat parkir sepeda moto...
Loading...

JAKARTA - Jagat maya dihebohkan dengan video di Youtube berisi pertengkaran antara driver ojek pangkalan dengan aktivis pejalan kaki yang menentang penggunaan trotoar sebagai tempat parkir sepeda motor.

Video ini menjadi viral dan mengundang reaksi para netizen. Dalam tayangan tersebut, beberapa driver ojek pangkalan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mengumpat aktivis dengan kata-kata kotor. Para aktivis tersebut meminta mereka untuk tidak memanfaatkan trotoar karena merupakan hak pejalan kaki. Bahkan ada driver ojek yang membanting helm.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menilai, hal ini merupakan fenomena dari kurangnya kesadaran dalam menghormati hak sesama pengguna jalan serta dalam memanfaatkan fasilitas umum.

Pejalan kaki, tegas dia, dilindungi oleh hukum dan mengikat semua pihak. Trotoar merupakan hak pejalan dan secara hukum hak mereka harus dihormati, termasuk oleh pengendara motor maupun driver ojek.

Menurut dia, siapa pun yang melanggar hak pejalan kaki berarti tidak bertanggung jawab.

"Komentar paling lunak, saya bilang itu tidak patut dan tidak bertanggung jawab. Tapi kalau paling ekstrem saya bilang itu bodoh dan tidak bermoral," tegas Jusri, ketika dihubungi Okezone, Sabtu (15/7/2017).

Terlebih, trotoar di Indonesia dan di negara lain sudah dibatasi dengan barrier atau pagar. Pemagaran ini sebenarnya sebagai penegas bahwa tidak ada kendaraan yang boleh melewatinya. Namun pemagaran trotoar rupanya tidak cukup untuk dimengerti apa fungsinya.

"Ini sudah jadi fenomena di Indonesia, hak pejalan kaki diokupasi oleh pengendara motor. Trotoar itu kan haknya pejalan kaki dan pesepeda. Di luar negeri juga begitu. Mereka dilindungi, tegasnya.

Soal kemacetan dan mencari nafkah dijadikan alasan dan pembenaran para pengendara untuk bisa naik trotoar, Jusri menilai hal itu tidak ada landasannya dan melawan hukum.

Menurut dia, hukum berlaku untuk semua kalangan tidak memandang latar belakang dan profesi. Jikalau atuan ditegakkan ia yakin jalanan akan tertib sehingga tidak ada yang naik trotoar.

"Di satu sisi bahwa di Indonesia melanggar aturan lalu lintas dicari pembenarannya. Bahkan yang salah selalu mengotot seakan-akan mereka lebih benar. Kalau mengambil hak pejalan kaki mereka yang benar, di lampu merah di zebra cross mereka membiarkan. Itu seperti yang saya bilang tadi, paling halus saya bilang itu tidak bertanggung jawab dan komentar paling kasar, bodoh dan tidak bermoral," ungkapnya.

AUTOS VIRAL: Komentar Pakar soal Heboh Video Driver Ojek 'Jajah' Trotoar

Comments