Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, BRTI: Kami Akan Kaji Surat 'Cinta' CEO Indosat Ooredoo

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, BRTI: Kami Akan Kaji Surat 'Cinta' CEO Indosat Ooredoo

Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, BRTI: Kami Akan Kaji Surat 'Cinta' CEO Indosat Ooredoo

KEPONEWS.COM - Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, BRTI: Kami Akan Kaji Surat 'Cinta' CEO Indosat Ooredoo JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengonfirmasi telah mendapatkan surat yang dikirimkan oleh Indosat Ooredoo. Surat tersebut berisi masukan soal regulasi tarif batas bawah yang...
Loading...

JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengonfirmasi telah mendapatkan surat yang dikirimkan oleh Indosat Ooredoo. Surat tersebut berisi masukan soal regulasi tarif batas bawah yang dilayangkan oleh Direktur Utama Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Menurut I Ketut Prihadi Kresna, Anggota Komite Regulasi BRTI, mengatakan bahwa surat tersebut telah diterimanya sekira awal pekan ini. Meski demikian, Ketut mengatakan bahwa BRTI masih belum memberikan respons kepada Indosat Ooredoo karena harus dikaji terlebih dahulu.

BERITA REKOMENDASI

"Iya BRTI sudah terima suratnya. Seingat saya awal pekan ini. Belum (merespons). Kami akan kaji terlebih dahulu," ungkapnya melalui pesan singkat kepada Okezone.

Ia melanjutkan, surat tersebut nantinya akan menjadi masukan kepada BRTI untuk penyusunan peraturan tari layanan data. Nantinya, kata Ketut, peraturan tersebut akan memiliki prinsip yang sama dengan aturan voice (panggilan) dan SMS yang sudah lebih dahulu ada.

Hanya saja hingga ketika ini BRTI masih merancang draft peraturan tersebut sehingga surat yang dilayangkan oleh Indosat Ooredoo akan menjadi masukan ke depannya. Kini aturan tarif layanan data yang sedang dirancang oleh BRTI masih menjadi pembahasan internal dan belum didiskusikan dengan pihak operator.

Baca juga: Prihatin! Perang Tarif Data, Indosat Ooredoo Surati Kominfo

"Iya pasti. Kami akan kaji sebagai masukan penyusunan peraturan yang terkait tarif data. (Aturan tersebut) Masih kami bahas internal, belum didiskusikan dengan operator," lanjut Ketut.

Adapun peraturan tarif layanan data tersebut nantinya akan dibuat melalui revisi atau pengganti dari Peraturan Menteri No.9 tahun 2008 di mana tarif untuk layanan data akan diatur menggunakan formula. Materi pokok yang sempat dibeberkan oleh BRTI dalam rancanngan peraturan menteri tersebut ialah sebagai berikut:

1. Komponen biaya elemen jaringan (network element cost) merupakan biaya penggunaan jasa akses internet.

2. Biaya penggunaan layanan akses internet berupa biaya yang dibebankan oleh Penyelenggara kepada Pengguna untuk setiap penggunaan layanan akses internet.

3. Biaya penggunaan akses internet sudah termasuk biaya elemen jaringan sewa bandwidth internasional.

4. Komponen biaya aktivitas layanan retail merupakan biaya aktivasi dan/atau biaya berlangganan.

5. Komponen profit margin merupakan tingkat keuntungan yang ditetapkan oleh Penyelenggara.

Sementara itu dalam surat yang tertulis pada 17 Juli 2017, Indosat Ooredoo memberikan masukan berupa tarif batas bawah seperti yang telah diterapkan pada layanan taksi online. Alasannya ialah yakni untuk mempertahankan kualitas dan memperluas layanan.

"Sebagaimana di industri lain, misalnya transportasi, pemerintah menetapkan tarif batas bawah yang berlaku bagi semua pelaku di industri. Bila dilihat sekilas dalam jangka pendek, kebijakan ini nampak seolah-olah tidak pro persaingan dan pelaggan. Namun tarif regulasi batas bawah dalam jangka panjang justru menyelamatkan persaingan dan kepentingan pelanggan. Tanpa intervensi, persaingan justru terancam akan hilang ketika operator tidak bisa lagi bertahan hidup," demikian salah satu isi dalam surat tersebut.

Baca juga: CEO Indosat Ooredoo 'Curhat' ke Menkominfo, Apa Isinya?

Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, BRTI: Kami Akan Kaji Surat 'Cinta' CEO Indosat Ooredoo

Comments