Aturan Baru Bea Masuk Barang Impor Online, Bagaimana Nasib E-Commerce?

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Aturan Baru Bea Masuk Barang Impor Online, Bagaimana Nasib E-Commerce?

Aturan Baru Bea Masuk Barang Impor Online, Bagaimana Nasib E-Commerce?

KEPONEWS.COM - Aturan Baru Bea Masuk Barang Impor Online, Bagaimana Nasib E-Commerce? JAKARTA Kebijakan menurunkan ambang batas harga barang impor yang dikenakan bea masuk barang lewat e-commerce resmi diumumkan. Munculnya kebijakan ini berasal dari keluhan-keluhan yang datang dari...
Loading...

JAKARTA Kebijakan menurunkan ambang batas harga barang impor yang dikenakan bea masuk barang lewat e-commerce resmi diumumkan. Munculnya kebijakan ini berasal dari keluhan-keluhan yang datang dari para UMKM.

Kebijakan ini nantinya akan diwajibkan untuk membayar impor barang kiriman karena menyikapi kelonjakan tinggi yang terjadi pada pengiriman barang luar negeri lewat software belanja online.

Barang Impor Rp45.000 Kena Pajak, UMKM Bakal Untung?

Okezone meringkas fakta-fakta seputar bea masuk barang impor e-commerce yang diputuskan diturunkan, Sabtu (28/12/2019):

1. Bea Masuk Jadi USD3 atau Rp45.000

Pemerintah melakukan penyesuaian nilai pembebasan (de minimis) atas barang kiriman dari e-commerce atau on line yang sebelumnya USD75 atau Rp1.050.000 (Kurs Rp14.000/USD) menjadi USD3 atau Rp45.000 per kiriman (consignment note) untuk bea masuk.

E-commerce

"Barang bebas bea masuk kan awalnya USD75, kini diturunkan menjadi maksimal USD3 atau Rp45.000. Aturan ini mulai berlaku Januari 2020," jelas Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Senin (23/12/2019).

2. Keputusan itu Tak Sesuai Kesepakatan dengan E-Commerce Indonesia

Penurunan USD75 per pengiriman per hari menjadi USD3 atau Rp45.000 menuai respons dari Ketua Umum iDea, Igniatus Untung.

Ia mengaku, pihaknya dilibatkan dalam diskusi perubahan aturan bea masuk e-commerce itu. Tetapi, Igniatus tidak menyatakan besaran yang ditetapkan pemerintah tidaklah sesuai dengan usulannya.

Impor Barang Online Rp45.000 Kena Pajak, Ini Tarifnya

"Kita beberapa kali diminta pendapat soal itu. Walaupun besaran angka finalnya beda dengan yan kami sampaikan," ungkap Ignatius lewat pesan singkatnya ke Okezone, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Awalnya, pemerintah merencanakan pada awalnya sebesar USD50 atau Rp700.000 (USD1 setara Rp14.000). Asosiasi ecommerce tersebut pun mengusulkan pajak di kisaran USD25 atau Rp350.000.

3. UMKM Lebih Untung

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyatakan penurunan bea masuk dari USD75 per pengiriman per hari menjadi USD3 ini pasti akan memberikan keuntungan pada produk-produk UMKM terutama yang jual lewat e-commerce.

"Kita tahu selama ini produk impor yang masuk e-commerce ke kita kan menjadi sangat murah dengan de minimis value USD75 tersebut," kata Menkop di Gedung Smesco Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Selanjutnya

Comments