Asal Usul Lidah Mertua, Andalan Anies Baswedan Tekan Polusi Udara

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Asal Usul Lidah Mertua, Andalan Anies Baswedan Tekan Polusi Udara

Asal Usul Lidah Mertua, Andalan Anies Baswedan Tekan Polusi Udara

KEPONEWS.COM - Asal Usul Lidah Mertua, Andalan Anies Baswedan Tekan Polusi Udara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedang berupaya menurunkan tingkat polusi udara. Salah satu upayanya, pemerintah Ibu Kota menempatkan tanaman Lidah Mertua di banyak sekali lokasi. Gubernur DKI Jaka...
Loading...

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedang berupaya menurunkan tingkat polusi udara. Salah satu upayanya, pemerintah Ibu Kota menempatkan tanaman Lidah Mertua di banyak sekali lokasi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, mendapatkan rekomendasi tanaman Lidah Mertua untuk menyerap polutan.

Tanaman yang punya nama botani Sanseviera ini cukup populer. Selain sebagai penyerap polusi udara, Lidah Mertua dimanfaatkan sebagai penghias interior maupun eksterior rumahan. Manfaat lain tanaman ini merupakan mengobati banyak sekali penyakit.

Setiawan Dalimartha dalam buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia menuliskan, daun Lidah Mertua berguna antibiotik, rasanya sejuk dan asam. Daun tanaman ini, tulis Setiawan, bisa digunakan untuk pengobatan flu, batuk, radang saluran napas (bronkitis), memar, keseleo, borok, bisul sampai bisa sebagai obat untuk tubuh yang digigit ular berbisa.

Soal fungsinya sebagai penyerap polusi, sudah dibuktikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat bersama dengan Associated Landscape Contractors of America (ALCA) telah menemukan bukti Lidah Mertua bisa secara alami mengurangi polusi.

Namun, penelitian tersebut mencatat, kontribusi penyerap tanaman ini cuma untuk polusi ruang lingkup kecil misalnya rumahan saja, bukan untuk skala luas perkotaan.

Asal usul

Gus Miftah bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gus Miftah Mau Tausiyah di Kelab Malam Jakarta

Mendagri Tjahjo Kumolo.

Menteri Tjahjo: Kemendagri Tak Pernah Hambat Kunker Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hari Anak Nasional, Anies: Sentuh dengan Cinta agar Tebar Kedamaian

Polusi Udara di Jakarta Meningkat

Anies Bakal Manfaatkan 'Lidah Mertua' untuk Atasi Polusi Udara Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mendagri Perketat Kepala Daerah ke LN, Anies: Kita Warga Global

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies: Penurunan Tanah Jakarta Tak Separah Dulu

Tanaman Lidah Mertua berasal dari banyak sekali daerah yaitu Afrika, Afrika Selatan, Arab, India, dan Indonesia. Tanaman ini hidup di alam tropis yang tak punya suhu beku. Karena itu, Lanny Lingga dalam bukunya berjudul Sanseviera, termasuk dalam golongan tanaman tropis tulen (true tropical plant).

Menurut Lanny, dari daerah asalnya, Lidah Mertua disebut sebagai Riri (Kepulauan Cook), Tigre (Guam), Kitetel (Puam). Beda tepat beda nama untuk tanaman ini.

Lanny menuliskan, nama internasional Lidah Mertua beragam, yaitu century plant, lucky plant, snake skin plant, browsting hemp, the devil's luck, good luck plant, judas sword dan african devil's.

Sementara itu, di kalangan pedagang tanaman hias internasional, Lidah Mertua dikenal dengan nama snake plant atau mother in law tongue. Makanya, tak heran di Indonesia diartikan sebagai Lidah Mertua.

Di Eropa, berbeda-beda penamaan. Orang Prancis, menyebut Lidah Mertua dengan nama canvrie d'afrique. Di Spanyol, tanaman hias ini disebut dengan Sansevieree, dan di Jerman, dinamai Bogenhanf. Sedangkan bangsa China, menamai Lidah Mertua dengan nama Pak Lan, Sweet Mei Lan, Ylang ylang dan Jasmine.

Tanaman Lidah Mertua

Loading...

Comments