AS Curiga China Lakukan 'Genosida' Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang

Internasional

News / Internasional

AS Curiga China Lakukan 'Genosida' Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang

AS Curiga China Lakukan 'Genosida' Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang

KEPONEWS.COM - AS Curiga China Lakukan 'Genosida' Terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Reuters melaporkan soal kecaman Amerika Serikat terhadap perlakuan China terhadap etnis Uighur dan Muslim minoritas lainnya di Xinjiang. Minggu, 18 Oktober 2020 00:40 WIB Getty I...

Reuters melaporkan soal kecaman Amerika Serikat terhadap perlakuan China terhadap etnis Uighur dan Muslim minoritas lainnya di Xinjiang. Minggu, 18 Oktober 2020 00:40 WIB

Getty Images

Orang Uighur mengatakan mereka selama ini mengalami diskriminasi di Xinjiang.

AS - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Robert O'Brien, mengatakan Jumat (16/10/2020) bahwa China melakukan "sesuatu yang mendekati" genosida atas perlakuannya terhadap Muslim di wilayah Xinjiang.

"Bila bukan genosida, sesuatu yang mirip dengan itu sedang terjadi di Xinjiang," kata Robert O'Brien dalam sebuah acara online yang diselenggarakan oleh Aspen Institute. Ia juga menyoroti tindakan represif China lainnya, termasuk salah satunya terhadap gerakan pro-demokrasi Hong Kong.

Reuters melaporkan soal kecaman Amerika Serikat terhadap perlakuan China terhadap etnis Uighur dan Muslim minoritas lainnya di Xinjiang.

Foto yang diambil pada 31 Mei 2019 ini memperlihatkan sebuah menara kawal di fasilitas berkeamanan tinggi dekat tempat yang dipercaya sebagai kamp re-edukasi yang menahan minoritas Uighur. Fasilitas ini berada di pinggiran Hotan, Xinjiang barat laut, China. Amerika Serikat pada 31 Juli 2020 menjatuhkan sanksi kepada organisasi paramiliter Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) karena diduga memiliki kaitan dengan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.Foto yang diambil pada 31 Mei 2019 ini memperlihatkan sebuah menara kawal di fasilitas berkeamanan tinggi dekat tempat yang dipercaya sebagai kamp re-edukasi yang menahan minoritas Uighur. Fasilitas ini berada di pinggiran Hotan, Xinjiang barat laut, China. Amerika Serikat pada 31 Juli 2020 menjatuhkan hukuman kepada organisasi paramiliter Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) karena diduga mempunyai kaitan dengan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur. (GREG BAKER / AFP)

AS juga menjatuhkan hukuman kepada pejabat atas pelanggaran tersebut.

Namun, sejauh ini belum disebut tindakan genosida, sebutan yang akan mempunyai implikasi hukum yang signifikan dan memerlukan tindakan yang lebih keras terhadap China.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim telah ditahan di Xinjiang dan para aktivis mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida sedang terjadi di sana.

China membantah adanya pelanggaran dan mengatakan kamp-kampnya di wilayah tersebut memberikan pelatihan kejuruan dan membantu memerangi ekstremisme.

Ribuan Anak Etnis Uighur Telantar karena Orangtua Mereka Ditahan Pemerintah China

O'Brien menyinggung penyitaan bea cukai AS atas sejumlah besar" produk rambut yang dibuat dengan rambut manusia dari Xinjiang.

Orang China benar-benar mencukur kepala wanita Uighur dan membuat produk rambut dan mengirimnya ke Amerika Serikat, katanya.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengatakan pada bulan Juni pihaknya telah menahan pengiriman produk yang berasal dari Xinjiang berupa aksesori rambut yang dicurigai sebagai produk kerja paksa yang dibuat dengan rambut manusia. [ah]

Informasi Populer

Editor: Hasanudin Aco

Ikuti kami di BERITA REKOMENDASI "); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:'15',img:'thumb2', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast + 1; newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; if(val.thumb) img = ""+val.title+""+vthumb+""; else img = ''; if(val.c_title) cat = ""+val.c_title+""; else cat = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); $("#test3").val("Done"); return false; ); $(".loading").remove; ); else if (getLast > 150) if ($("#ltldmr").length == 0) $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); ); ); function loadmore if ($("#ltldmr").length > 0) $("#ltldmr").remove; var getLast = parseInt($("#latestul > li:last-child").attr("data-sort")); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast ; if($("#test3").val == 'Done') newlast=0; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest", function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); else $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:sectionid,img:'thumb2',total:'40', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); BERITA TERKINI

Comments