Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo

Nasional

News / Nasional

Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo

Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo

KEPONEWS.COM - Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)Jakarta -Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli,...
Loading...

Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo

Arif Zulkifli Bakal Nonaktif Saat Dewan Pers Menyidangkan Aduan soal Majalalah Tempo Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli (Foto: Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta -
Anggota Dewan Pers, Arif Zulkifli, memastikan akan nonaktif saat Dewan Pers menyidangkan aduan soal majalah Tempo. Hal tersebut dilakukan karena menyangkut independensi dan kode etik Dewan Pers.

Arif memaparkan, merujuk pada kode etik Dewan Pers, apabila ada laporan yang menyangkut media tempat anggota Dewan Pers itu bekerja, dia harus nonaktif. Arif sendiri tercatat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Tempo.

"Rapat pleno pertama salah satunya membahas laporan kepada Tempo. Saya langsung bilang 'oke saya keluar', gitu. Nanti setelah pembicaraan itu selesai saya diundang lagi buat pembicaraan yang lain," kata Arif di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).
Laporan Ditolak Bareskrim, Tim Mawar Tunggu Hasil Dewan Pers
Arif memastikan tidak akan dilibatkan dalam proses mediasi antara majalah Tempo selaku terlapor dan pelapor.

"Yang pasti bukan saya. Ada yang wakilin, entah redaktur atau siapa," kata Arif.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengaku telah menjadwalkan mediasi antara pelapor dan terlapor. Nuh menyebut pihaknya menjamin tidak adanya intervensi dari siapa pun.

"Dewan Pers harus memastikan media-media itu berada in between, di antara itu. Oleh karena itu, insyaallah itu bagian dari integritas kita bagian dari komitmen kita. Kita ndak boleh siapapun mau intervensi kita tetap pegang teguh kode etik, dan yang penting mendinginkan," terang Nuh.
Eks Komandan Tim Mawar Adukan Majalah Tempo ke Dewan Pers
Sebelumnya diberitakan, eks Komandan Tim Mawar Kopassus TNI Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Chairawan melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers. Chairawan mengadukan keberatan soal pemberitaan Majalah Tempo yang mengaitkan Tim Mawar dengan rusuh 21-22 Mei 2019.

Konten yang diadukan Chairawan merupakan pemberitaan majalah Tempo Edisi 10 Juni 2019 yang mengangkat cover utama wacana 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'. Chairawan merasa dirugikan oleh pemberitaan itu.

"Di sini beliau merasa dirugikan secara pribadi karena beliau eks Tim Mawar, yang menurut beliau pemberitaan langsung men-judge bahwa Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei. Karena belum ada putusan pengadilan maupun penyelidikan yang menyatakan Tim Mawar terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei," kata Herdiansyah, salah seorang pengacara Chairawan, dalam konferensi pers terbuka setelah melakukan pelaporan, Selasa (11/6).
Majalah Tempo Siap Ikuti Mekanisme Dewan Pers soal Aduan Eks Tim Mawar
Majalah Tempo sendiri telah angkat bicara atas laporan itu. Majalah Tempo pun terbuka atas laporan yang ada dan siap mengikuti mekanisme yang ada. Namun majalah Tempo menegaskan selalu berupaya memegang teguh kaidah-kaidah jurnalistik dalam setiap pemberitaannya.

"Tapi yang perlu diketahui UU mengatur setiap sengketa itu lewat Dewan Pers. Kalau ada laporan ke polisi itu biasanya polisi akan merujuk ke Dewan Pers lagi. Karena sudah ada kesepakatan antara polisi dengan Dewan Pers dan dinyatakan dalam surat edaran Kapolri bahwa setiap pelaporan menyangkut sengketa pers akan terlebih dahulu diarahkan pada Dewan Pers. Karena di situlah memang aturan yang mengaturnya," ujar Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Arif Zulkifli kepada detikcom, Selasa (11/6).
(zak/zak)
tim mawar
rusuh 22 mei
kerusuhan 22 mei
dewan pers

Loading...
Loading...

Comments