Antisipasi Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Tambah 48 Perjalanan Kereta

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Antisipasi Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Tambah 48 Perjalanan Kereta

Antisipasi Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Tambah 48 Perjalanan Kereta

KEPONEWS.COM - Antisipasi Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Tambah 48 Perjalanan Kereta JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulmaefendi menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasikan keselamatan di 12 lokasi Daop dalam rangka Masa Ang...


JAKARTA - Direktur Lalu Lintas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulmaefendi menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasikan keselamatan di 12 lokasi Daop dalam rangka Masa Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

"Dalam rangka Nataru 2018 ini, kami juga mengantisipasi dan meningkatkan keselamatan termasuk sosialisasi ke penjaga perlintasan pintu kereta api. Dan memasang spanduk di tempat rawan kecelakaan dibidang perkeretaapian," ujarnya di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Dia menjelaska, untuk angkutan Nataru kali ini, Kemenhub akan memberangkatkan 394 kereta api dibanding tahun lalu ada peningkatan. Itu terdiri kereta api reguler.

Kemenhub Tetapkan Pembatasan Angkutan Barang saat Nataru, Cek Tanggalnya

"Saat ini 346 kereta yang beroperasi tapi mulai 20 Desember 2018 - 6 Juni 2019 ada tambahan 48 rangkaian untuk penyediaan jasa kereta api. 48 itu terdiri dari kereta ekonomi PSO 14 rangkaian seperti kereta Kerta Jaya dari stasiun Pasar Senen tujuan Kutoharjo, kereta Brantas. Kemudian 26 rangkaian kereta eksekutif dari stasiun Gambir tujuan Solo, seperti Argo Lawu," tuturnya.

Dia menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan banyak sekali sarana termasuk kereta cadangan lokomotif dan kegiatan yang dapat meningkatkan keselamatan bidang perkeretaapian.

"Secara umum itu, kami menghadapi lonjakan pada Nataru 2018. Dan nanti saya akan jelaskan secara rinci," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mempersiapkan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018. Dengan adanya hal tersebut, Kemenhub akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan perihal Pengaturan Lalu Lintas Operasional Mobil Barang Selama Masa Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019.

Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang KA di Daop 4 Semarang Naik 8%

Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas maka pada 4 (empat) ruas jalan tol dan tiga jalan nasional diberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang.

Dalam Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan tersebut dibahas pembatasan operasional ini diatur untuk mobil barang dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandeng, serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

(fbn)

Comments