Anemia Jadi Penyumbang Risiko Stunting di Indonesia

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Anemia Jadi Penyumbang Risiko Stunting di Indonesia

Anemia Jadi Penyumbang Risiko Stunting di Indonesia

KEPONEWS.COM - Anemia Jadi Penyumbang Risiko Stunting di Indonesia STUNTING menjadi salah satu tugas yang harus diselesaikan pemerintah. Saat ini sudah terdeteksi terdapat sekira 50 persen provinsi yang prevalensi stuntingnya lebih dari 30 persen. Sementara prevalens...

STUNTING menjadi salah satu tugas yang harus diselesaikan pemerintah. Saat ini sudah terdeteksi terdapat sekira 50 persen provinsi yang prevalensi stuntingnya lebih dari 30 persen. Sementara prevalensi balita stunting menurut provinsi pada 2019 rata-ratanya merupakan 27,7 persen.

Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono menyebut bahwa prevalensi stunting nasional saat ini sedang menunjukkan tren yang menurun. Namun, Indonesia mempunyai sasaran untuk mencapai angka stunting sebesar 14 persen pada 2024.

anemia

Dalam acara 'Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting dan Penanggulangan Tuberkulosis' di channel YouTube Kemenko PMK, Selasa (28/9/2021), Wamenkes Dante, memaparkan salah satu utama penyebab stunting yang banyak dialami masyarakat.

"Salah satu penyebab stunting merupakan anemia pada saat kehamilan. Anemia pada saat hamil bukan terjadi pada masa kehamilan melainkan pada masa pertumbuhan remaja putri menjelang usia-usia produktif," ujar Wamenkes Dante.

Menurutnya saat ini banyak sekali remaja putri di Indonesia yang mengalami anemia. Alhasil dengan konsumsi obat penambah darah semenjak dini maka diharapkan ketika proses kehamilan, remaja putri tersebut sudah tidak dalam kondisi anemia.

"Ini bukan duduk perkara yang mudah karena semua infrastruktur dari semua departemen, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, juga ikut berperan dalam program-program ini," tambahnya.

Sekadar berita, sasaran penurunan angka stunting hingga mencapai 14 persen tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) perihal percepatan penurunan stunting No.72 tahun 2021 yang ditandatangani pada 5 Agustus lalu.

(DRM)

Comments