Anak Muda, Awas Jadi Generasi O: Overworked, Overeating, Overwhelmed

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Anak Muda, Awas Jadi Generasi O: Overworked, Overeating, Overwhelmed

Anak Muda, Awas Jadi Generasi O: Overworked, Overeating, Overwhelmed

KEPONEWS.COM - Anak Muda, Awas Jadi Generasi O: Overworked, Overeating, Overwhelmed Menurut survei Sun Life Financial Asia Health Index tahun 2014, ditemukan satu kelompok dalam usia produktif yang disebut dengan Generasi 'O'. Yaitu, generasi yang mempunyai kecenderungan 'overworked'...


Menurut survei Sun Life Financial Asia Health Index tahun 2014, ditemukan satu kelompok dalam usia produktif yang disebut dengan Generasi 'O'. Yaitu, generasi yang mempunyai kecenderungan 'overworked' atau terlalu banyak bekerja, 'overeating' atau banyak makan yang tidak sehat, dan 'overwhelmed' atau kelelahan.

Studi yang dilakukan di delapan negara Asia yaitu Malaysia, Filipina, Vietnam, Hong Kong, China, Singapura, Thailand, termasuk Indonesia ini dilakukan pada 600 responden. Responden merupakan kelompok usia produktif antara 17-49 tahun.

Tak berhenti di situ, dalam survei lanjutan yang dilakukan di Indonesia tahun 2016-2017 menunjukkan bahwa generasi 'O' semakin meningkat jumlahnya.

"Kenapa begitu, karena penerapan gaya hidup tidak sehat orang pikir merupakan hal biasa," ujar Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge saat konferensi pers di Menara Sun Life, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Ilustrasi makan makanan junk food.

Dalam survei itu ditemukan, 51 persen usia produktif tidak berolahraga secara teratur, 34 persen mengaku tidur kurang dari enam jam, dan 32 persen menerapkan pola makan yang tidak sehat.

Shierly melanjutkan, ada beberapa kendala yang membuat pola hidup Generasi 'O' tersebut. Sebanyak 44 persen responden mengatakan salah kendalanya merupakan tuntutan pekerjaan sehingga mereka merasa tak punya waktu berolahraga.

image_title

Studi: Hadapi Suami Ternyata Lebih Stres Daripada Mengurus Anak

image_title

Penyebab Orang Indonesia Telat Memulai Hidup Sehat

image_title

Ingin Hidup Bebas Stres, Menangislah Seminggu Sekali

Kendala berikutnya ialah distraksi. Misalnya, sebelum berangkat kerja sudah mempersiapkan perlengkapan berolahraga dan menanamkan pergi ke gym sepulang kerja, tapi kemudian ada godaan dari sekeliling untuk menonton film karena sedang ada promo tiket.

"Terakhir yang kami tanyakan juga ke responden salah satu kendalanya merupakan biaya. Ternyata menerapkan gaya hidup sehat biayanya cukup tinggi, seperti catering makanan sehat cukup mahal atau biaya keanggotaan gym juga cukup mahal, belum lagi pakaian dan sepatu olahraga," imbuh Shierly.

Ilustrasi obat dan olahraga.

Padahal, Generasi 'O' bisa menjadi generasi yang berbahaya. Kebiasaan atau gaya hidup tidak sehat ini bisa memicu penyakit tidak menular seperti stroke, diabetes, dan kanker. Dari data Kementerian Kesehatan juga sudah menunjukkan bahwa penyakit tidak menular proporsinya kian meningkat.

Bahkan penyakit diabetes, stroke, jantung kini semakin bergeser ke usia yang lebih muda. Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan bahwa 7 dari 10 meninggal karena penyakit tidak menular.

Loading...

Comments