Anak IY, Tersangka Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi Yakin Ibunya Tak Bersalah

Nasional

News / Nasional

Anak IY, Tersangka Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi Yakin Ibunya Tak Bersalah

Anak IY, Tersangka Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi Yakin Ibunya Tak Bersalah

KEPONEWS.COM - Anak IY, Tersangka Perekam dan Penyebar Video Ancam Penggal Jokowi Yakin Ibunya Tak Bersalah BEKASI - Pelaku penyebaran dan perekam video ancam penggal kepala Jokowi, IY jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti anaknya. IY yang seorang janda beranak tiga itu sudah berpesan kepada sang anak. Bak me...
Loading...

BEKASI - Pelaku penyebaran dan perekam video ancam penggal kepala Jokowi, IY jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti anaknya.

IY yang seorang janda beranak tiga itu sudah berpesan kepada sang anak.

Bak mendapat firasat, IY menitipkan anak bungsunya yang masih kelas 1 SMP kepada anak kedua, Hilary Putri Armana (20).

Anak pertama IY seorang laki-laki dan sudah bekerja.

Melansir dari Tribun Jakarta, IY berpesan agar anaknya tak perlu kaget bila ia diciduk oleh polisi.

Selain itu, IY juga berpesan agar Hilary Putri Armana membantu sang adik mempersiapkan kebutuhan sekolah.

2 wanita yang ada di video ancam penggal Jokowi. 2 wanita yang ada di video ancam penggal Jokowi. (Kolase Foto Warta Kota)

"Enggak ada ngomong apa-apa saat dibawa polisi, cuma dari sebelum diciduk sudah kasih tahu siap-siap ibu bakal ada yang bawa, jangan kaget atau sedih. Jaga rumah, jaga adik, siapkan kebutuhan sekolah adik, itu pesan ibu saya. Kalau abang (anak pertama) kan sudah kerja," kata Hilary.

Hilary berharap ibunya dapat dibebaskan karena menurutnya, sang ibu tak bersalah.

"Saya berharap problem ini cepat selesai dan ibu saya segera dibebaskan. Ibu saya kan enggak tahu apa-apa. Ibu saya juga kan enggak kenal pemuda itu," ucapnya.

Ina Yuniarti mengaku wanita dalam video ancam penggal Jokowi itu dirinya. Kini disebarkan lewat sosmed. (Kolase Tribun Jabar (Kompas dan Instagram/jatanraspoldamj))

Tak Sadar Ucapan HS

Loading...

Comments