Anak Gajah yang Tak Kenal Takut Melindungi Induknya yang Terluka, Menyerang Dokter Hewan yang Berusaha Menolongnya

Unik

Ragam / Unik

Anak Gajah yang Tak Kenal Takut Melindungi Induknya yang Terluka, Menyerang Dokter Hewan yang Berusaha Menolongnya

Anak Gajah yang Tak Kenal Takut Melindungi Induknya yang Terluka, Menyerang Dokter Hewan yang Berusaha Menolongnya

KEPONEWS.COM - Anak Gajah yang Tak Kenal Takut Melindungi Induknya yang Terluka, Menyerang Dokter Hewan yang Berusaha Menolongnya Seekor anak gajah pemberani melindungi ibunya yang terluka dengan mengusir dokter hewan yang datang untuk menolongnya. Gajah betina itu roboh di tengah perkebunan karet di Provinsi Chanthaburi, Thaila...

Seekor anak gajah pemberani melindungi ibunya yang terluka dengan mengusir dokter hewan yang datang untuk menolongnya.

Gajah betina itu roboh di tengah perkebunan karet di Provinsi Chanthaburi, Thailand, Minggu (28/2) dini hari.

Deaw Phonpalad, 44 tahun, petani setempat, sedang menyadap pohon karet saat dia melihat gajah itu tergeletak di tanah dan meminta bantuan.

Petugas satwa liar di Cagar Alam Khao Ang Ruanai tiba untuk menyelamatkan hewan yang terluka itu, tetapi anaknya yang terlalu protektif menghalangi mereka mendekati induknya.

Rekaman menunjukkan anak gajah berusia tiga tahun itu dengan panik berlari mengelilingi ibunya untuk melindunginya dari orang asing.

Kepala penjaga satwa liar Peerasak Sanan dari distrik Kaeng Hang Maew mengatakan: Tentara dari Army Rangers Forces Regiment 1306 tiba dengan staf taman nasional untuk menyelidiki .

Tim belum bisa memeriksa induk gajah liar itu karena kondisi bayi yang masih ganas. Kami yakin dia masih cemas bahwa ada gajah liar lain di dekatnya dan mereka bisa menyerang. Dia takut meninggalkan ibunya sendirian.

Peerasak Sanan lebih lajut mengatakan bahwa gajah itu terlalu lemah untuk berdiri. Sementara bayi gajah menghalangi orang untuk mendekat, ibunya kemudian membuat suara terompet yang keras untuk menakut-nakuti orang-orang.

Para penyelamat takut bahwa induk yang terluka diyakini berusia 13 hingga 15 tahun bisa mengalami dehidrasi dalam cuaca panas sehingga mereka memakai truk pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air ke gajah untuk membantunya menenangkan diri.

Setelah mereka menyiramnya dengan air, dokter hewan melemparkan beberapa pisang yang diambil dan dimakan anak gajah. Tak lama kemudian, tim penyelamat menembak anak gajah tersebut dengan bius agar bisa memeriksa kesehatan induknya.

Mereka kemudian menyiapkan sangkar untuk mengamankannya sementara induknya yang ketakutan menangis dengan proaktif.

Tim memakai backhoe loader untuk memindahkan induknya sebelum dokter hewan melakukan pemeriksaan.

Namun, petugas medis masih belum bisa memastikan apa yang menyebabkan luka-lukanya, termasuk gejala kelelahan dan diare.

Mereka memberi gajah itu larutan garam infus IV untuk mencegahnya dari dehidrasi dan menyuntiknya dengan beberapa vitamin untuk membantu pemulihan.

Dokter hewan masih merawat induk gajah dengan posisi yang sama pada hari Senin (1/3), sementara bayinya diletakkan di dekatnya dalam sangkar darurat yang terbuat dari cabang pohon.

Tiga dokter hewan sedang menganalisis luka-luka induk gajah. Tidak ada tanda yang jelas wacana apa yang menyebabkan cedera tersebut, jadi semuanya masih spekulasi, Peerasak mengatakan.

Banyak solusi telah diberikan pada induk gajah dan kami berharap dia akan merespons secara positif dan menunjukkan tanda-tanda bahwa kondisinya membaik. Dia tidak tidur sepanjang malam dan sangat lemah.

Tim medis sedang melakukan yang terbaik. Kami hanya dapat menyokong mereka dengan persediaan, air minum, bahan bakar, dan generator, tambahnya. (yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Comments