Anak Anda Kena HIV? Jangan Panik, Ikuti Saran Psikolog Ini

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Anak Anda Kena HIV? Jangan Panik, Ikuti Saran Psikolog Ini

Anak Anda Kena HIV? Jangan Panik, Ikuti Saran Psikolog Ini

KEPONEWS.COM - Anak Anda Kena HIV? Jangan Panik, Ikuti Saran Psikolog Ini REMAJA memang harus dibekali dengan pemahaman HIV, karena dianggap menjadi gerbang dari berita penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali....
Loading...

REMAJA memang harus dibekali dengan pemahaman HIV, karena dianggap menjadi gerbang dari berita penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali.

Psikolog Anna Surti Ariani menyebut, selain bicara mengenai risiko-risiko apa saja yang bisa menyebabkan HIV, biasanya berita yang perihal penularannya juga harus diberikan.

Menurut Anna, kesulitan yang masih terjadi sampai sekarang ialah mereka itu tidak menyadari kalau tubuhnya berisiko. Alhasil, kebiasaan dia tidak terkontrol dengan baik dan ini berisiko menyerang orang lain tentunya dalam kondisi-kondisi tertentu.

Jokowi Kaget, Omset Pisang Nugget Kaesang Kalahkan Usaha Mebelnya

Oleh karena itu, dia pun menyarankan agar orangtua yang anaknya terkena HIV sadar, kalau apa yang terjadi pada buah hatinya itu bukanlah kutukan, tapi sesuatu yang bisa dikendalikan dan si anak tentu bisa menjalani kehidupan yang berbobot.

"Contoh sederhananya merupakan anak Kamu bila memang positif HIV, maka dia tidak disarankan untuk memberikan makanan ke orang lain. Kalau ingin, berikan di tempat yang terpisah dan jumlahnya lebih banyak. Sebisa mungkin minimalisir kontak langsung," terang Psikolog Anna.

Anna melanjutkan, pendidikan seksualitas juga penting diterapkan sedini mungkin. Agar anak-anak atau remaja tahu batasan dan mengenali tubuhnya dengan baik.

Membangkitkan semangat si anak yang terpapar virus HIV bukan tugas yang mudah. Psikolog Anna bahkan menegaskan, itu merupakan tugas yang berat dan bukan hanya si anak yang dikuatkan, tetapi juga kedua orangtuanya.

Percaya Gak Percaya, Wanita Ini Ngaku Lihat Michael Jackson di Neraka Saat Mati Suri

"Hanya saja harus diberikan pemahaman kalau itu nggak apa-apa, bagaimana pun itu sudah terjadi, itu bukan sesuatu yang bisa ditarik mundur. Saya biasanya akan berkata ini ke si anak; 'Kamu masih punya masa depan dan hidup yang berbobot. Tenang, kamu tidak akan menulari apa pun asal kamu minum obat secara teratur'," papar Psikolog Anna.

Lebih lanjut, orangtua jangan anggap masalah ini sebagai itu kutukan, tapi anggap itu sesuatu yang bisa di maintance, karena adanya obat HIV bisa membuat pasien tetap mempunyai kehidupan yang berbobot.

(mrt)

Comments