Anak-Anak Belum Divaksin Jelang PTM, Apakah Mereka Kebal Covid-19?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Anak-Anak Belum Divaksin Jelang PTM, Apakah Mereka Kebal Covid-19?

Anak-Anak Belum Divaksin Jelang PTM, Apakah Mereka Kebal Covid-19?

KEPONEWS.COM - Anak-Anak Belum Divaksin Jelang PTM, Apakah Mereka Kebal Covid-19? PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) akan mulai dilakukan secara terbatas dimulai pada tahun ajaran baru 2021. Tentunya PTM ini akan dilakukan dengan sejumlah panduan PTM yang aman dibarengi dengan protokol...

PEMBELAJARAN Tatap Muka (PTM) akan mulai dilakukan secara terbatas dimulai pada tahun ajaran baru 2021. Tentunya PTM ini akan dilakukan dengan sejumlah panduan PTM yang aman dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat. Meski demikian, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan wacana untuk melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak berusia 18 tahun ke bawah.

Uniknya belum lama ini juga beredar kabar di sosmed yang menyebut bahwa anak-anak kebal terhadap virus corona penyebab Covid-19. Kabar tersebut juga menyatakan anak-anak yang meninggal dalam waktu satu tahun pertama tidak kaitannya dengan Covid-19.

Vaksin Covid-19

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (11/6/2021), memastikan kabar tersebut tidak benar atau hoax. Faktanya kasus di beberapa negara menunjukkan bahwa anak-anak tidak kebal terhadap Covid-19.

Di Amerika Serikat, jumlah anak yang positif Covid-19 mencapai 71.649 orang per 29 April 2021. Sementara di Indonesia jumlah anak yang terinfeksi hingga 20 Desember 2020 mencapai 74.249 orang.

Meskipun Covid-19 pada anak-anak biasanya lebih ringan ketimbang pada orang dewasa, beberapa anak bisa mengalami sakit yang parah dan komplikasi atau gejala jangka panjang yang memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Terkait dengan vaksinasi Covid-19 untuk anak, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi memaparkan, anak-anak harus menunggu rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), organisasi profesi lainnya dan juga Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), alasannya adalah mereka akan melihat vaksin apa yang bisa digunakan untuk anak-anak.

Kita harus memastikan dulu apakah vaksin tersebut sudah ada di negara kita? Atau harus mencari jenis vaksin baru? Kalau harus vaksin baru berarti pemerintah harus melakukan negosisasi kembali dan belum tentu produsennya mempunyai stok vaksin yang cukup. Jadi harus kita lihat lagi apakah vaksin yang digunakan memakai yang ada saat ini masih membutuhkan pengesahan tambahan atau tidak. Jadi proses itu kita tunggu saja, nanti ada rekomendasi dari BPOM, ITAGI dan IDAI terkait pemilihan vaksinnya, terang Siti.

(DRM)

Comments