Amazon Investasi di Indonesia, Simak Peta Persaingan E-Commerce

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Amazon Investasi di Indonesia, Simak Peta Persaingan E-Commerce

Amazon Investasi di Indonesia, Simak Peta Persaingan E-Commerce

KEPONEWS.COM - Amazon Investasi di Indonesia, Simak Peta Persaingan E-Commerce NUSA DUA - Perusahaan e-commerce raksasa asal Amerika Serikat (AS), Amazon, bakal memasuki pasar Indonesia. Marketplace besutan Jeff Bezos itu akan menanamkan investasi hingga Rp14 triliun dalam 10 ta...


NUSA DUA - Perusahaan e-commerce raksasa asal Amerika Serikat (AS), Amazon, bakal memasuki pasar Indonesia. Marketplace besutan Jeff Bezos itu akan menanamkan investasi hingga Rp14 triliun dalam 10 tahun ke depan.

Hal ini tentunya akan semakin memperluas variasi industri daring di Tanah Air, sekaligus memperketat persaingan. Kendati demikian, Shopee, e-commerce asal Singapura yang sudah masuk ke pasar Indonesia semenjak 2015, menanggapi dengan santai rencana Amazon itu.

"Kalau kita, meraka (Amazon) mau masuk, silakan cobain. Tapi lihat saja dulu nih posisinya (pasar Indonesia) seperti ini. Nanti bagaimana bisa full feel market demand-nya," ujar dia Head of Government Relation Shopee Radityo Triatmojo, di Nusa Dua, Kamis (8/11/2018).

Amazon Mulai Masuk Pasar RI, Pelaku Minta Regulasi E-Commerce Transparan

Dia memaparkan, pasar Indonesia mempunyai karakter tersendiri. Hal ini mengingat kultur masyarakat dan kondisi geografis. Kata Radityo, hal itu berdasarkan 3 tahun pengalaman Shopee berbisnis di Indonesia.

"Indonesia mungkin negara dengan e-commerce terbesar yang basisnya kepulauan. Jadi ini mengubah jalan bekerja. Jadi, full feel nya akan berbeda, pergudangan, pengiriman barang, termasuk pemasarannya akan berbeda setiap pulau," jelasnya.

Selain harus menyesuaikan diri dengan karakter usaha di negara kepulauan, pendatang baru juga harus mempelajari kultur masyarakat. Shopee melihat masyarakat Indonesia mempunyai budaya suka berbincang, hal ini yang membuat mereka mengedepankan fasilitas chating agar pembeli mendapatkan pengalaman dalam mengakses software (user experience).

"Saya rasa mereka (Amazon) perlu penyesuaian, perlu lihat situasi market yang seperti ini. Saya selalu percaya, Indonesia mempunyai local touch yang harus disesuaikan," kata dia.

Amazon Investasi Rp14 Triliun, RI Segera Butuh Regulasi E-Commerce

Radityo memaparkan, menyesuaikan diri dengan pasar Indonesia memang membutuhkan waktu yang lama. Setidaknya, Shopee berusaha mempersingkatnya dengan memberikan beragam insentif bagi konsumen, salah satunya mengenai promo ongkos kirim. Meski diakuinya, pembebasan ongkos kirim yang berasal dari subsidi pihak Shopee itu, ada batasannya.

"Karena yang terpenting experience e-commerce harus kita jaga, biar tidak terlalu memanjakan tapi tetap mendidik. Kita tidak mau mengajarkan sesuatu yang tidak bagus, memanjakan," terangnya.

D isisi lain, promo ini juga memberi ruang untuk mempelajari soal pasokan barang di kota-kota seluruh Indonesia. Sehingga diketahui ada pemasok barang baru yang berada di luar Pulau Jawa.

Dia memaparkan, seperti suplai barang elektronik yang biasanya berasal dari Mangga Dua, Jakarta, ternyata terdapat juga Riau. "Tapi ternyata itu yang di Riau ada yang bisa menyuplai ke Jawa," kata dia.

(Feb)

(rhs)

Comments