Alasan Beli Token Listrik Rp100.000 Tak Dapat 100 Kwh

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Alasan Beli Token Listrik Rp100.000 Tak Dapat 100 Kwh

Alasan Beli Token Listrik Rp100.000 Tak Dapat 100 Kwh

KEPONEWS.COM - Alasan Beli Token Listrik Rp100.000 Tak Dapat 100 Kwh JAKARTA - Pernahkah kamu membeli token tetapi dapat listrik dengan wat yang tidak sesuai dengan harga yang dibayar? Misalnya, kamu membeli token seharga Rp100.000, tapi malah mendapat kWh sebesar 66 k...
Loading...

JAKARTA - Pernahkah kamu membeli token tetapi dapat listrik dengan wat yang tidak sesuai dengan harga yang dibayar? Misalnya, kamu membeli token seharga Rp100.000, tapi malah mendapat kWh sebesar 66 kWh saja. Padahal, kamu merasa seharusnya dapat kWh sebesar 100 kWh.

Ternyata, sesuai denga aturan yang terdapat di UU No.28 Tahun 2009 perihal Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Pelanggan harus membayar Pajak Penerangan Jalan (PPJ) setiap membayar token listrik. PPJ ialah pajak yang dikenakan dalam memakai tenaga listrik.

Meteran listrik

Besaran PPJ yang dikenakan berbeda-beda tiap wilayah provinsinya. Nah, PPJ ini akan diberikan PLN kepada Pemerintah Daerah sebagai salah satu pendapatan daerah.

Bukan hanya dikenakan biaya PPJ dan materai, pelanggan juga harus membayar biaya administrasi. Biaya administrasi merupakan biaya yang dibebankan secara terpola kepada pelanggan dala membayar token listrik.

Electrizen, pernah beli permen Rp 1.000,- tapi dapetnya 10 butir permen? Hal itu terjadi karena harga setiap butir permen ialah Rp 100,-. Analogi yang sama juga dikenakan untuk pembelian token listrik, demikian seperti dikutip dari Instagram PLN UID.

Harga setiap kWh listrik merupakan Rp1.467,28. Namun sebelum kamu membagi nominal uang yang kamu berikan dengan harga satuan kWh listrik, ada biaya yang perlu kamu bayarkan, yaitu Pajak Penerangan Jalan atau PPJ.

Baca selengkapnya: Kenapa Beli Token Listrik Rp100.000, Enggak Dapat 100 kWh?

(rzy)

Loading...

Comments