Aktivitas Menteri Susi di Akhir Jabatannya, Tenggelamkan Kapal hingga Melawak

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Aktivitas Menteri Susi di Akhir Jabatannya, Tenggelamkan Kapal hingga Melawak

Aktivitas Menteri Susi di Akhir Jabatannya, Tenggelamkan Kapal hingga Melawak

KEPONEWS.COM - Aktivitas Menteri Susi di Akhir Jabatannya, Tenggelamkan Kapal hingga Melawak JAKARTA - Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla akan segera berakhir. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pun memberikan ucapan pamitnya di kementeriannya. Selama lima tahun masa jab...
Loading...

JAKARTA - Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla akan segera berakhir. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pun memberikan ucapan pamitnya di kementeriannya.

Selama lima tahun masa jabatannya, ia mengaku telah melalui perjalanan yang tidak mudah. Meski begitu telah banyak aksi dan prestasi yang dilakukan menteri yang satu ini. Berikut fakta-fakta mengenai aksi terakhir menteri Susi seperti dirangkum Okezone, Minggu (20/10/2019).

Sederet Prestasi Susi Pudjiastuti, Menteri dengan Tingkat Kepuasan Tertinggi 91,9%

Susi Pudjiastuti

1. Tenggelamkan 42 Kapal Terakhir

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memusnahkan Kapal Ikan Asing (KIA) bulan ini. Sebanyak 21 kapal ditenggelamkan di Kalimantan Barat yang terbagi menjadi dua wilayah.

Sementara 18 KIA ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah hari Minggu 6 Oktober 2019 dan 3 KIA sudah ditenggelamkan di perairan Paloh, Kabupaten Sambas, beberapa hari lalu.

KIA lainnya pun akan ditenggelamkan juga di Belawan, Batam, Natuna, Nunukan, Merauke dan Toli-toli. Satgas 115 akan menenggelamkan sebanyak 9 kapal di Natuna, 6 kapal di Batam, serta 6 kapal di Belawan. Maka total keseluruhan terdapat 42 kapal.

Jabatan Segera Berakhir, Menteri Susi Harap Kebijakan Penenggelaman Kapal Terus Dilakukan

2. Ekspor 15.000 Kg Gurita ke Jepang

Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) mengekspor gurita ke Jepang menindaklanjuti realisasi kerja sama dengan perusahaan Jepang Nomura Trading Co.,LTD. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti bersama dengan Perum Perindo pun melakukan pelepasan ekspor tersebut.

Komoditas ekspor sebanyak 15.000 kg Gurita (Callistoctopus Ornatus) merupakan bahan baku dari perairan Natuna dan sekitarnya, dilakukan dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) Selat Lampa, Natuna yang dikelola Perum Perindo.

Menteri Susi Posting Video PM Modi Bersih-Bersih Pantai dari Sampah

3. Ajukan Pembebasan Tarif Ekspor

Saat ini, tarif ekspor ikan dari Indonesia menuju Eropa ialah sebesar 20%. Tarif ini lebih besar dari negara-negara pesaing Indonesia lainnya seperti Vietnam. Hal tersebut dinilai tidak adil mengingat Vietnam mendapatkan ikannya dari hasil mencuri di perairan Indonesia.

Menurut Menteri Susi, Indonesia menginginkan agar Uni Eropa juga bisa membebaskan tarif impor ikan asal Indonesia seperti perlakuan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. "Saya bilang nanti kita ancam Uni Eropa kalau tidak mau turunkan tarif. Masak negara yang curi ikan dapat 0%, Indonesia yang ikannya dicuri bayar 20%," ujarnya.

Selanjutnya

Comments