Ajak Generasi Muda Lawan Flexing Culture Lewat Lomba Film Pendek, Siapa Mau Ikut?

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Ajak Generasi Muda Lawan Flexing Culture Lewat Lomba Film Pendek, Siapa Mau Ikut?

Ajak Generasi Muda Lawan Flexing Culture Lewat Lomba Film Pendek, Siapa Mau Ikut?

KEPONEWS.COM - Ajak Generasi Muda Lawan Flexing Culture Lewat Lomba Film Pendek, Siapa Mau Ikut? Sosmed menjadi sarana bagi generasi muda untuk berkarya melalui konten-konten yang dihasilkan. Namun, tidak bisa dipungkiri terdapat beberapa konten yang justru memberikan efek negatif, salah satunya...

Sosmed menjadi sarana bagi generasi muda untuk berkarya melalui konten-konten yang dihasilkan. Namun, tidak bisa dipungkiri terdapat beberapa konten yang justru memberikan efek negatif, salah satunya flexing culture.

Perlu diketahui, flexing culture sendiri merupakan hal yang seseorang lakukan agar selalu terlihat memakai barang yang dianggap mewah. Dengan begitu, orang tersebut akan menunjukkan kalau ia bisa membeli barang-barang mewah tersebut.

Namun, kondisi dari flexing ini yang memberikan dampak buruk banyak orang ingin melakukan hal serupa. Bahkan, lebih parahnya kondisi ini juga dapat membuat seseorang menjadi depresi, khususnya generasi muda.

Lomba film pendek kerja sama Indosat Ooredoo dan CGV. (Dok. Fajar)Lomba film pendek kerja sama Indosat Ooredoo dan CGV. (Dok. Fajar)

Melihat permasalah tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison bekerja sama dengan CGV membuat program lomba kompetisi film pendek dalam rangka menciptakan konten berbobot di sosmed.

Film One Piece Red Tayang Dimana? Cek Jadwalnya di 4 Bioskop Indonesia

Direktur & Chief Regulatory Officer, Indosat Tbk, Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, program yang dibuat ini menanggapi banyaknya perilaku negatif yang ditemukan di sosmed khususnya flexing culture.

Hal tersebut mendorong generasi muda mengalami rasa takut akan ketertinggalan (FOMO) yang bisa merusak produktivitas generasi muda. Untuk itu, pihaknya membuat program lomba kompetisi film pendek dengan nama Save Our Socmed.

Sekarang banyak flexing cultures yang memberi dampak negatif khususnya bagi gen Z. Flexing juga membuat fear of missing out atau FOMO yang merusak mental dan berpengaruh pada produktivitas, ucap Danny dalam acara Launching Short Movie Competition Save Our Socmed, Senin (5/9/2022).

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah. Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Fadjar Hutomo ST MMT CFP, mengatakan, dengan program ini dapat meminimalisir banyak sekali konten negatif di sosmed.

Selain itu, kompetisi ini juga dinilai dapat mengedukasi dengan memberikan banyak sekali konten positif dan kreatif sehingga menghasilkan internet yang sehat.

4 Film Pendek Besutan Ravacana Films yang Raih Jutaan Penonton, Kamu Harus Nonton!

Ini meminimalisir konten negatif. Pemerintah percaya penyampaian berita dan edukasi dengan memberikan konten positif bisa membuat belajar generasi muda serta meningkatkan konten kreatif mereka. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap kampanye internet sehat, ucap Fadjar.

Comments