Ahli Patologi Forensik Sebut Virus Corona Hidup di Darah Setelah Orangnya Meninggal

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Ahli Patologi Forensik Sebut Virus Corona Hidup di Darah Setelah Orangnya Meninggal

Ahli Patologi Forensik Sebut Virus Corona Hidup di Darah Setelah Orangnya Meninggal

KEPONEWS.COM - Ahli Patologi Forensik Sebut Virus Corona Hidup di Darah Setelah Orangnya Meninggal PENDERITA virus corona COVID-19 semakin meningkat setiap harinya, pun demikian dengan mereka yang meninggal. Oleh karena itu, Kementerian Agama pun meminta jenazah mereka harus diperlakukan secara khu...

PENDERITA virus corona COVID-19 semakin meningkat setiap harinya, pun demikian dengan mereka yang meninggal. Oleh karena itu, Kementerian Agama pun meminta jenazah mereka harus diperlakukan secara khusus.

Plt Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha mengatakan protokol diterbitkan sebagai panduan bersama jikalau ada yang meninggal. Pada prinsipnya, pengurusan jenazah pasien COVID-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak Rumah Sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Tapi, Judy Melinek, ahli patologi forensik di Wilayah Teluk San Francisco, yang telah melakukan otopsi dalam banyak keadaan yang berbeda punya pesan khusus. Menurutnya, pandemi COVID-menimbulkan tantangan baru dalam hal melindungi dirinya dan rekan-rekannya dan membatasi penyebaran virus mematikan.

virus corona

Kami terbiasa menangani patogen menular seperti TBC, hepatitis dan HIV. COVID-19 berbeda hanya karena saat ini tidak ada pengobatan, dan lebih tangguh karena menempel di sekitar mayat setelah mereka meninggal," tutur Melinek seperti dilansir dari Times of Israel.

[COVID-19] merupakan patogen pernapasan dan dapat ditularkan melalui tetesan, tetapi juga melalui darah pasien. Meskipun orang yang meninggal tidak batuk, mereka dapat mengeluarkan cairan tubuh saat sedang dipindahkan atau diangkut, tambah dia.

Selanjutnya

Comments