Agun Gunandjar dan Taufik Effendi jadi Saksi di Sidang, Setya Novanto Merespon, 'Baguslah!'

Nasional

News / Nasional

Agun Gunandjar dan Taufik Effendi jadi Saksi di Sidang, Setya Novanto Merespon, 'Baguslah!'

Agun Gunandjar dan Taufik Effendi jadi Saksi di Sidang, Setya Novanto Merespon, 'Baguslah!'

KEPONEWS.COM - Agun Gunandjar dan Taufik Effendi jadi Saksi di Sidang, Setya Novanto Merespon, 'Baguslah!' LAPORAN WARTAWAN THERESIA FELISIANI JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto menyambut baik jaksa penuntut umum pada KPK yang menghadirkan Agun Gunandjar dan Taufik Effendi sebagai...
Loading...

LAPORAN WARTAWAN THERESIA FELISIANI

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto menyambut baik jaksa penuntut umum pada KPK yang menghadirkan Agun Gunandjar dan Taufik Effendi sebagai saksi di sidang kali ini, Selasa (12/1/2017).

"Baguslah, mereka dulu kan ketua komisi II. Mereka kan ngerti soal sistem anggarannya, pelaksanaannya juga ngerti," kata Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Diketahui dalam sidang kali ini, Jaksa menghadirkan empat saksi. Namun yang baru hadir ada tiga saksi yakni anggota DPR RI, Agun Gunandjar, mantan anggota DPR, Taufik Effendi dan mantan Ketua Fraksi Demokrat, Mohammad Jafar Hafsan

Sebelumnya, Agun juga pernah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto. Di penyidikan e-KTP, KPK juga pernah memeriksa Agun sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari.

Korsel dan Korut Makin Mesra, Saudara termuda Jim Jong Un Undang Presiden Korsel Kunjungan ke Korea Utara

Sekarang Bisa Transfer Uang Lewat WhatsApp Payments

Diketahui Agun juga merupakan Ketua Panitia Khusus Hak Angket KPK. Pansus ini dibentuk terkait pengusutan kasus dugaan korupsi e-KTP.

Dalam perkara ini, Agun disebut mendapatkan fee dari proyek pengadaan e-KTP. Dia disebut mendapatkan uang sebesar satu juta dollar AS saat menjadi Badan Anggaran DPR.

Setya Novanto Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto

Sama seperti Agun, Taufik juga pernah diperiksa oleh KPK sebagai saksi untuk Markus Nari.Mengenai penerimaan uang e-KTP, Taufik juga membantah mendapatkan peredaran uang. Saat diperiksa KPK, dia mengaku hanya ditanya soal kebijakan e-KTP.

Berbeda dengan Agun dan Taufik yang membantah mendapatkan uang, saksi Muhammad Jafar Hasan mengakui mendapatkan peredaran uang Rp 970 juta dari bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Uang tersebut lanjut Muhammad Jafar Hasan, digunakan untuk biaya operasional Ketua Fraksi Demokrat. Dia tidak mengetahui uang itu termasuk dana proyek e-KTP, dan baru tahu uang itu hasil e-KTP setelah diperiksa KPK.

Comments