9 Produsen Mobil yang Bangkrut di Indonesia karena Gagal Bersaing

Otomotif

News / Otomotif

9 Produsen Mobil yang Bangkrut di Indonesia karena Gagal Bersaing

9 Produsen Mobil yang Bangkrut di Indonesia karena Gagal Bersaing

KEPONEWS.COM - 9 Produsen Mobil yang Bangkrut di Indonesia karena Gagal Bersaing PERTUMBUHAN industri otomotif di Indonesia berkembang sangat pesat, sehingga banyak produsen atau brand atau merek mobil yang berlomba memasarkan produk unggulanya. Di tengah persaingan yang ketat, ad...

PERTUMBUHAN industri otomotif di Indonesia berkembang sangat pesat, sehingga banyak produsen atau brand atau merek mobil yang berlomba memasarkan produk unggulanya.

Di tengah persaingan yang ketat, ada beberapa produsen tak kuat melawan kompetitor, sehingg terpaksa harus gulung lapak .

Berikut deretan mobil gagal bersaing dan hengkang dari Indonesia.

1. PT Timor Putra Nasional

Pada tahun 1996 Alm Presiden Soeharto menerbitkan Inpres Nomor 2 Tahun 1996, menunjuk PT Timor Putra Nasional sebagai pemegang dan pembuat proyek mobil nasional di Indonesia. Hingga pada 8 Juli 1996 perusahaan yang dipegang oleh Tommy Soeharto ini meresmikan mobil ini secara massal.

Begini Penampakan Mobil Tertua di Dunia

Sedan ini pada zamannya sangat laris manis, harganya hanya RP 35 juta. Namun belakangan sedan nasional ini ketahuan membranding ulang mobil buatan korea selatan yaitu KIA Sephia.

Ilustrasi

Sedan Timor (mobilbekas.com)

Mobil ini di nyatakan bangkrut pada tahun 1997 yang menyebabkan PHK massal sebanyak 920 karyawanya, disusul dengan lengsernya Alm Presiden Soeharto pada saat itu.

2. PT Proton Edar Indonesia

Produsen asal Malaysia juga turun bergabung dan bersaing memasarkan produk mobil di pasar Indonesia pada tahun 2007. Produk unggulan yang dipasarkan meliputi Proton Savvy, Proton Saga, Proton pesona, Proton Exora dan Proton Iriz.

Namun perusahaan asal negeri Jiran ini tidak kuat bersaing lama di pasaran mobil Indonesia. Bahkan pada tahun 2017 saja ia mencatatkan penjualan hanya sebanyak 22 unit saja.

Ilustrasi

Sentimen warga Indonesia terhadap Brand asal Malaysia ini menjadi penyebab angka penjualannya merosot dan di nyatakan hengkang dari pasar otomotif Indonesia.

3. PT GM Buana Indonesia (General Motor)

PT. General Motor Buana Indonesia (GM) memproduksi mobil pertama kali di Indonesia pada tahun 1994 di Bekasi, Jawa Barat. Pada tahun itu General Motors memulai prakitan mobil asal Jerman yaitu Opel Blazer.

Hingga berselang 2 tahun produsen ini merakit Opel Blazer versi stir kanan yang di jual dengan harga Rp 72 juta lebih murah dari harga pesaingnya yaitu Nissan Terrano yang dibandrol dengan harga Rp 80 juta.

Namun hal itu berubah pada saat terjadi krisis moneter pada tahun 1997, kurs rupiah yang anjlok membuat penjualan serta pabrikan Opel Blazer berenti produksi.

4. PT. Unicor Prima Motor (Chery)

Perusahaan yang berkoaborasi dengan Indomobil ini memproduksi mobil pertamanya pada tahun 2006 yaitu Chery. Terdapat 2 produk yang dipasarkan di Indonesia yaitu Chery QQ dan Chery Tigo.

Terpuruknya Perkembangan Industri Otomotif di Masa Pandemi

Ternyata produsen ini tidak bertahan lama singgah di pasar otomotif nasional Indonesia. Pada tahun 2009-2010 penjualannya tidak tembus 1000 unit di Indonesia. Mobil asal China ini tidak laku di pasar tanah air disebabkan kualitas produk yang buruk.

Sempat muncul kembali pada tahun 2012 dengan ubahan nama PT Chery mobil Indonesia dengan memasarkan 3 varian mobilnya, di antaranya Chery Tiggo, Chery Ester, Chery Transcap Pick up. Namun produsen tersebut hanya bisa bertahan dalam kurun waktu 1 tahun dan di nyatakan bangkrut pada tahun 2013.

Comments