9 Orang Penyebar Hoax Terkait Gempa Palu Ditangkap Bareskrim

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

9 Orang Penyebar Hoax Terkait Gempa Palu Ditangkap Bareskrim

9 Orang Penyebar Hoax Terkait Gempa Palu Ditangkap Bareskrim

KEPONEWS.COM - 9 Orang Penyebar Hoax Terkait Gempa Palu Ditangkap Bareskrim Gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Muhammad Yasir) Ditengah bendana alam di Palu, Sulawesi Tengah, ada pihak-pihak yang menyebarkan isu bohong atau hoax di sosmed. Direktorat Tindak Pidana Siber...
Loading...

Gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Muhammad Yasir)

Ditengah bendana alam di Palu, Sulawesi Tengah, ada pihak-pihak yang menyebarkan isu bohong atau hoax di sosmed. Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah melakukan penangkapan pada 9 orang benyabar hoax terkait gempa Palu.

"Kami temukan sembilan terduga yang melakukan penyebaran isu bohong berkaitan dengan gempa di wilayah Sulawesi," ujar Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Polri Komisaris Besar Dani Kustoni di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Tidak hanya hoax bencana di Palu, para terduga juga menyebarkan hoax gempa di NTB serta akan terjadi gempa di wilayah Jawa Barat serta Jakarta sehingga meresahkan masyarakat.

Dari sembilan kasus tersebut, dua ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber, dua kasus ditangani Polda Jatim, satu kasus di Riau dan sisanya ditangani polda di Sulawesi.

"Bukan merasa prihatin, tetapi malah memanfaatkan dengan menyebarkan isu bohong di tengah masyarakat sehingga menimbulkan keresahan," tutur Dani.

Gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Muhammad Yasir)Gempa dan tsunami Palu dan Donggala. (Muhammad Yasir)

Para terduga akan dikenakan Pasal 14 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara telah menyebarkan gosip bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak turut menyebarkan isu yang kebenarannya belum tentu sesuai fakta agar tidak turut menimbulkan keresahan.

Kepolisian pun terus melakukan patroli mengecek akun sosmed, apabila menemukan masyarakat yang memberikan hoaks akan dilakukan tindakan tegas.

Isu hoaks yang muncul salah satunya merupakan adanya imbauan masyarakat untuk mewaspadai Bendungan Bili-Bili yang retak, padahal setelah Polsek Mamuju Gowa melakukan pengecekan, hasilnya bendungan dalam kondisi baik dan aman.

Hoaks selanjutnya ialah berita gempa susulan sebesar 8,1 skala richter dan BNPB telah melakukan klarifikasi berita tersebut tidak benar.

Tulisan mengnai penangkapan penyebar hoax terkait gempa Palu ini sudah dimuat di Suara.com dengan judul Bareskrim Tangkap 9 Penyebar Hoax Terkait Gempa Palu.

Comments