8 Hal Nyeleneh yang Hanya Terjadi di K-POP dan Tak Ada di Fandom Musik Lain.

Entertainment & Selebritis

Life & Style / Entertainment & Selebritis

8 Hal Nyeleneh yang Hanya Terjadi di K-POP dan Tak Ada di Fandom Musik Lain.

8 Hal Nyeleneh yang Hanya Terjadi di K-POP dan Tak Ada di Fandom Musik Lain.

KEPONEWS.COM - 8 Hal Nyeleneh yang Hanya Terjadi di K-POP dan Tak Ada di Fandom Musik Lain. Lebih dari satu dekade lamanya K-POP berkembang. Bahkan, dari yang awalnya menjadi musik khas Korea Selatan, kini sudah mengekspansi ke dunia internasional. Penerimaan pada K-POP yang makin besar bela...

Lebih dari satu dekade lamanya K-POP berkembang. Bahkan, dari yang awalnya menjadi musik khas Korea Selatan, kini sudah mengekspansi ke dunia internasional. Penerimaan pada K-POP yang makin besar belakangan ini, membuat K-POP juga turut sukses dinikmati di banyak sekali negara.

Lantas, apa sih yang membedakan K-POP dengan musik lainnya? Bagi para fans K-POP tentu bisa dengan mudah menjawabnya. Bukan sekadar bahasa, tetapi ada culture yang membuat K-POP jadi unik. Biarpun nyeleneh, nyatanya beberapa hal inilah yang bikin K-POP berbeda dengan fandom musik lainnya.

1. Light Stick

image

ilustrasi credit via Big Hit Ent

Saat datang ke sebuah konser musik, biasanya untuk menghidupkan suasana, para musisi mentok mengajak penonton yang muncul dengan menyalakan flashlight pada ponsel. Namun, di K-POP hal tersebut tak perlu repot kamu lakukan, karena sudah ada light stick yang bahkan bisa tersinkronisasi secara canggih lewat sebuah sistem.

Hasilnya, tak hanya bisa menyalakan satu jenis lampu, tetapi bisa bergonta-ganti warna cahaya, hingga membuat konser K-POP terasa lebih spektakuler. Uniknya lagi, masing-masing idol punya light stick sendiri, sehingga bisa menjadi penanda kamu bagian dari fandom siapa. Lewat light stick ini pula, para idol lebih mudah menemukan penggemarnya di acara festival.

2. Warna Resmi Fandom

image

ilustrasi credit via Big Hit Ent

Sekalipun setiap light stick bisa memunculkan beragam warna, nyatanya setiap idol K-POP punya warna resmi yang dipilih untuk fandom masing-masing. Misalnya, warana pastel coral pink identik dengan fandom Red Velvet, yaitu ReVeluv. Kemudian, pearl aqua sebagai warna resmi fandom SHINee, hingga purple yang dipilih sebagai warna resmi fandom BTS, yaitu ARMY.

Banyaknya idol K-POP yang bermunculan, membuat warna resmi fandom ini muncul dengan nama yang spesifik. Konsep unik ini pun sudah bermetamorfosis sebagai bagian dari budaya modern dalam K-POP, yang tentu saja jarang terjadi dalam fandom musik lain.

3. Fan Chants

image

ilustrasi credit via SM Ent

Buat kamu yang tak menjadi fans K-POP, fan chants mungkin terdengar aneh. Namun, bagi fandom K-POP, hal tersebut menjadi budaya menarik dalam menikmati musik. Fan chants bahkan boleh dibilang sebagai seni menyebut nama-nama para idol, hingga bernyanyi secara kompak.

Alasannya adalah, fans diharuskan paham kapan waktu yang tepat untuk melakukan fan chants ini. Hasilnya, euforia yang dirasakan artis dan fans pun tak sekadar dalam bentuk sing along yang semrawut, melainkan kemeriahan konser yang harmonis.

4. Merchandise Buatan Fans

image

ilustrasi credit via YG Ent

Fandom K-POP juga melahirkan budaya kreativitas di kalangan para fans. Bukan saja membeli merchandise resmi yang dirilis oleh perusahaan yang menaungi idol K-POP, tetapi juga ada merchandise yang dijual oleh fansite atau perorangan, yang kemudian dijajakan ke sesama fanbase.

Bentuknya pun beragam. Dari boneka, peralatan tulis-menulis, hingga slogan. Biasanya budaya jual-beli merchandise di kalangan fandom K-POP ini ditemukan di sebuah festival, acara penghargaan, hingga konser K-POP.

5. Dance Covers

image

ilustrasi credit via SM Ent

Idol K-POP menghadirkan musik dan dance bukan untuk dinikmati. Bagi para penggemar K-POP hal tersebut bisa dimaknai lebih. Salah satunya melakukan dance cover. Bagi mereka hal ini bukan sekadar challenge, tetapi juga apresiasi atas karya yang sudah dibuat oleh artis kesayangan.

Bahkan, para fans K-POP ini kadang belajar secara otodidak bermodalkan melihat music video (MV) saja, tanpa adanya video tutorial. Kerennya, kadang kalau sudah berkumpul sesama fanbase, bisa otomatis melakukan dance bareng hingga flashmob tanpa latihan lebih dulu.

6. Photo Card

image

ilustrasi credit via JYP Ent

Tak ada penggemar musik yang menghargai photo card bak hartu karun, selain fandom K-POP. Demi mendapatkan foto sang idola atau yang biasa disebut sebagai bias, penggemar K-POP rela membeli beberapa album. Padahal, masing-masing album mempunyai photo card yang random.

Semakin populer member idol K-POP, maka semakin mahal photo card-nya saat dijual ke fanbase. Lagi-lagi budaya ini pun tak akan kamu jumpai dalam fandom musik lain. Alasannya adalah, photo card merupakan bagian dari budaya K-POP yang sudah ada semenjak lama.

7. Ngefans Perusahaan K-POP

image

ilustrasi credit via JYP Ent

Ada nyeleneh lain yang terjadi di K-POP, dan sangat jarang terjadi pada fandom musik lain. Sebuah perusahaan hiburan yang sukses menelurkan idol-idol berbakat biasanya akan mendapatkan penggemar tersendiri.

Itulah kenapa dalam K-POP kemudian muncul company stan. Di mana ada fans yang menilai junior artis dari perusahaan A, B, C dinilai pasti akan selalu berbobot, karena berkaca dari kesuksesan mengatur seniornya. Perusahaan hiburan yang sukses menggaet penggemar secara tak langsung ini pun, pada akhirnya akan menjadi perusahaan atau agensi hiburan tersohor di Korea Selatan.

8. Proyek Prestisius Fans

image

ilustrasi credit via YG Ent

Boleh dibilang fans K-POP ialah fandom musik paling loyal sekaligus royal di dunia. Betapa tidak, demi melihat artis yang diidolakan sukses, para penggemar K-POP tak hanya membeli album hingga merchandise resmi yang dirilis perusahaan yang menaungi.

Bahkan, para fans melalui fanbase K-POP tak segan menggalang dana untuk merealisasikan proyek prestisius. Misalnya, saat sang idol ulang tahun, fans K-POP tak segan memasang ucapan di billboard yang tersebar di banyak sekali tempat ikonik dan terkenal di dunia, seperti Times Square New York, Burj Khalifa Dubai, dan sebagainya.

Dedikasi nyata itulah pada akhirnya yang membuat K-POP berbeda dengan fandom musik lainnya. Tak masalah kalau kamu mungkin kurang tertarik dengan K-POP, karena setiap orang punya preferensi berbeda soal musik.

Namun, jangan buru-buru memandang sebelah mata para fans K-POP, karena bisa jadi kontribusimu sebagai fans musik kepada artis idola tak sebesar mereka. Jadi, tak perlu lagi fanwar untuk hal-hal yang tak perlu ya. Bagaimanapun, musik ada untuk dinikmati, bukan untuk diperdebatkan bukan?

Comments