8 Bisnis rumahan yang layak dicoba saat rupiah terjun bebas

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

8 Bisnis rumahan yang layak dicoba saat rupiah terjun bebas

8 Bisnis rumahan yang layak dicoba saat rupiah terjun bebas

KEPONEWS.COM - 8 Bisnis rumahan yang layak dicoba saat rupiah terjun bebas Melihat kondisi rupiah ketika ini jadi mengingatkan kita pada wahana Dunia Fantasi (Dufan). Ya rupiah ibarat wahana Niagara-gara. Bukan cuma turun, tapi melorot tajam. Malah sempat tembus Rp 14 ribu p...
Loading...

Melihat kondisi rupiah ketika ini jadi mengingatkan kita pada wahana Dunia Fantasi (Dufan). Ya rupiah ibarat wahana Niagara-gara. Bukan cuma turun, tapi melorot tajam. Malah sempat tembus Rp 14 ribu per USD.

Jadi wajar saja kalau dunia urusan ekonomi sekarang ini banyak mengeluh. Urusan ekonomi lesu lantaran rupiah terjun bebas. Eits, tapi nggak semua urusan ekonomi gerundelan lho.

Justru ada juga mereka yang justru bisa tersenyum lebar di tengah kondisi lemahnya rupiah terhadap dolar Amerika. Mereka malah melihat ada peluang di balik lesunya rupiah.

Urusan ekonomi rumahan. Inilah sektor urusan ekonomi yang nggak terlalu pusing dengan anjloknya rupiah.

Nah berikut ini ada 8 jenis urusan ekonomi rumahan yang layak dicoba ketika rupiah melemah seperti dilansir dari DuitPintar.com.

1. Usaha boneka

Modal: Rp 5-8 juta

Urusan ekonomi ini cukup menjanjikan lho. Modal yang kamu punya bisa untuk membeli peralatan dan bahan, seperti kapas, gunting, kain, dan benang. Urusan ekonomi ini nggak perlu banyak tenaga kerja. Cukup dua tiga orang saja. Tapi ingat, produk boneka yang kamu buat jangan yang serem seperti Annabelle atau Chucky ya. Bikin yang lucu dan menggemaskan. Soal pemasaran, nggak usah khawatir. Kamu bisa manfaatkan internet atau sosmed. Siapa tahu kamu beruntung dapat pembeli dari mancanegara. Tapi yang juga harus kamu pikirkan merupakan soal kualitas. Usahakan boneka yang kamu buat berkualitas baik.

2. Hijab

Modal: Rp 5-10 juta

Nah untuk urusan ekonomi yang satu ini lebih unik lagi. Kamu nggak perlu memproduksi sendiri. Bisa ambil dari pemasok seperti di Pasar Tanah Kakak, Jakarta. Kamu tinggal menjual saja. Yang terang sih kalau model semacam itu kamu harus pandai-pandai menawar. Usahakan bisa dapat harga kulakan. Lumayan kan keuntungan yang bisa didapat. Oh ya, hijab Indonesia sangat disukai konsumen Malayasia, Brunei Darussalam dan Arab Saudi. Pasar dalam negeri juga masih bagus kok.

3. Katering

Modal: Rp 20-30 juta

Modalnya memang agak besar. Maklum deh keperluannya banyak, seperti beli peralatan masak dan bahan serta gaji asisten. Tapi kalau baru mulai, cari proyek kecil-kecilan dulu aja, kayak seminar atau workshop dengan peserta kurang dari 50 orang. Nggak usah muluk-muluk melayani 1.000 tamu undangan. Biar cuma 100 porsi tapi kalau rutin kan menguntungkan?

4. Warung makan

Modal: Rp 30-40 juta

Urusan ekonomi warung makan mirip katering. Cuma, modalnya lebih besar karena ada biaya sewa tempat buat warung. Kecuali kamu punya tempat sendiri. Selama orang butuh makan buat hidup, urusan ekonomi warung nggak akan pernah redup. Nah kalau kamu punya tempat strategis seperti dekat kampus atau perkantoran, bisa lebih menguntungkan lagi. Dalam urusan ekonomi ini kamu harus pintar bikin menu yang sedap. Biar para pelanggan terus makan di warung kamu.

5. Tour guide

Modal: Rp 10-15 juta

Nah di urusan ekonomi ini kamu harus punya target melayani turis asing. Tentu kamu harus menguasai bahasa asing minimal Bahasa Inggris deh. Kan nggak lucu, melayani turis asing tapi nggak bisa cas-cis-cus pakai bahasa asing. Masak harus pakai bahasa isyarat. Usahakan bikin website untuk memasarkan biro travel kamu itu. Kamu juga harus pandai membuat paket wisata yang menarik dengan harga bersaing. Misalnya kamu bikin paket dengan harga USD 10 per orang. Nah biasanya turis asing itu berkunjung dalam kelompok. Kalau satu kelompok ada minimal 5 orang kan lumayan tuh. Tapi ingat, transaksinya tetap pakai Rupiah ya!

6. Kerajinan tangan

Modal: Rp 10-20 juta

Urusan ekonomi ini sama dengan hijab. Kalau bisa buat sendiri lebih bagus. Tapi kalau nggak bisa, ya cukup mendatangkan produk dari sentra-sentra kerajinan di Indonesia. Banyak kok. Target pasarnya usahakan orang asing karena memang mereka sangat suka karya-karya eksotis. Kita harus tahu seluk-beluk kerajinan yang mau ditekuni sebagai urusan ekonomi biar bisa memasarkan dengan baik, syukur-syukur sampai ke mancanegara.

7. Batik

Modal: Rp 10-20 juta

Sudah bukan rahasia lagi kalau batik Indonesia sudah diakui UNESCO. Terang namanya sudah terkenal diseluruh dunia dong. Nah kalau kamu ingin urusan ekonomi batik, cari yang berkualitas ya, misalnya batik tulis. Memang sih modalnya lumayan besar. Tapi dengan diakuinya batik Indonesia oleh UNESCO, terang harga jualnya juga akan terdongkrak. Kamu bisa juga mendapatkan produk dari sentra-sentra batik di Indonesia. Pemasarannya bisa memanfaatkan dunia maya untuk menarik pelanggan dari mancanegara. Di luar negeri juga sering ada pameran produk dalam negeri yang difasilitasi pemerintah. Acara kayak gini bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produk batik.

8. Usaha jamu

Modal: Rp 5-10 juta

Siapa bilang jualan jamu harus muter-muter jalan kaki sambil gendong botol jamu? Jamu Nusantara punya pasar di luar negeri, khususnya buat warga Indonesia yang tinggal di mancanegara entah karena kuliah, kerja, atau yang lain. Selain orang asli luar negeri, warga Indonesia yang tinggal di negeri orang juga sering kangen jamu Nusantara, lho. Prospek bagus, nih. Buat penduduk lokal pun jamu masih jadi idola. Tapi kalau buka urusan ekonomi ini kita mesti tahu bahan-bahan jamu. Soalnya kalau salah ambil bahan malah yang dijual jadi racun. Pasar jamu Indonesia di mancanegara bagus lho.

Nah kamu tinggal pilih deh mau mulai urusan ekonomi yang mana.

(red)

Loading...

Comments