7 Tradisi klub sepak bola Indonesia sebelum ikut kompetisi

All Sports

Sports / All Sports

7 Tradisi klub sepak bola Indonesia sebelum ikut kompetisi

7 Tradisi klub sepak bola Indonesia sebelum ikut kompetisi

KEPONEWS.COM - 7 Tradisi klub sepak bola Indonesia sebelum ikut kompetisi Setiap memulai musim baru, klub sepak bola pasti mengharapkan kemenangan demi kemenangan yang diraih dalam tiap laga. Oleh karena itu, banyak sekali persiapan dilakukan manajemen klub agar klub dapat...
Loading...

Setiap memulai musim baru, klub sepak bola pasti mengharapkan kemenangan demi kemenangan yang diraih dalam tiap laga. Oleh karena itu, banyak sekali persiapan dilakukan manajemen klub agar klub dapat bersaing di kompetisi yang akan berlangsung satu tahun. Persiapan tersebut meliputi mendatangkan pemain baru, merancang program latihan, hingga mengontrak pelatih top.

Tapi tahukah kamu, selain banyak sekali persiapan teknis yang dilakukan klub sepak bola sebelum mengarungi kompetisi, ada juga persiapan bersifat nonteknis yang dilakukan. Salah satunya ialah dengan melakukan tradisi yang telah dilaksanakan tiap tahun. Tradisi tersebut pada umumnya dilakukan dengan harapan klub dapat diberikan kelancaran dan hasil yang baik selama menjalani kompetisi.

Klub sepak bola Indonesia diketahui mempunyai sejumlah tradisi yang dilaksanakan tiap akan memulai kompetisi. Tentu hal itu bukan hal yang baru, apalagi Indonesia dikenal mempunyai banyak tradisi yang masih dijaga turun-temurun.

Apa saja? Biar kamu tahu, yuk simak tujuh tradisi yang dilakukan klub sepak bola Indonesia sebelum kompetisi seperti dirangkum dari banyak sekali sumber, Selasa (18/6) berikut ini.

1. Mengunjungi pura.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: Instagram/@baliunitedfc

Klub Liga 1 asal Pulau Dewata, Bali United punya tradisi tahunan cukup unik yang dilakukan sebelum mengarungi kompetisi. Setiap tahun, seluruh tim Bali United baik pemain maupun manajemen mengunjungi pura untuk melakukan persembahyangan sebagai bentuk ucapan rasat syukur.

Mereka mengunjungi tiga pura besar di Bali, adalah Pura Besakih, Pura Batur, dan pura Ulun Dani. Dalam kegiatan tersebut, seluruh rombongan Bali United mengenakan pakaian istiadat khas Bali yang bernuasa putih. Selain bentuk rasa syukur, kegiatan itu bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar pemain dan manajemen yang terdiri dari banyak sekali suku dan agama yang berbeda-beda.

2. Ziarah ke makam raja.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: Instagram/@psimjogjaofficial

Yogyakarta dikenal dengan masyarakatnya yang masih menjunjung tradisi, begitu pula dengan klub PSIM Yogyakarta. Sebelum mengarungi kompetisi liga, klub berjuluk Laskar Mataram itu punya tradisi tahunan yang telah berlangsung bertahun-tahun, adalah melakukan ziarah ke makam raja-raja di Imogiri.

Sebelum masuk ke area makam, seluruh rombongan mengenakan pakaian istiadat Jawa sebagai bentuk penghormatan atas tata cara setempat. Dengan tradisi tersebut, PSIM Yogyakarta berharap mendapatkan berkah selama mengarungi kompetisi selama satu tahun.

3. Tradisi Batapung Tawar.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: Instagram/@barito_putera

Batapung Tawar merupakan tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Tradisi ini dilakukan dengan memercikkan air yang dicampur dengan tepung ke badan sebagai doa agar diberikan keselamatan.

Tradisi Batapung Tawar rajin dilakukan oleh klub Liga 1 asal Banjarmasin, Barito Putera. Setiap tahun sebelum kompetisi dimulai, skuat Barito Putera akan melakukan tradisi tersebut yang biasanya dibarengi dengan acara salawat bersama para tokoh agama.

4. Mengunjungi pondok pesantren.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: Twitter/@psisfcofficial

Rencana mengunjungi pondosok pesantren menjadi tradisi tahunan klub Liga 1, PSIS Semarang tiap tahun. Dalam kegiatan tersebut, PSIS Semarang memberikan bantuan yang diberikan kepada pondok pesantren yang dituju. Tak hanya itu, rombongan PSIS Semarang juga melakukan doa bersama dengan para santri di pondok pesantren dengan harapan dapat memulai kompetisi dengan lancar.

5. Tradisi megengan.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: Instagram/@aremalogy

Megengan merupakan tradisi membagi-bagikan makanan berupa kue apem yang masih sering dilakukan oleh masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya. Biasanya, tradisi tersebut dilakukan dalam menyambut bulan Ramadan.

Sebelum mengarungi kompetisi, klub asal Malang, Arema FC melakukan tradisi tersebut. Manajemen Arema FC membagi-bagikan kue apem skitar 1.300 buah kepada semua penonton yang muncul pada saat acara launching tim Arema FC. Acara tersebut juga mengundang tokoh agama yang memberikan tausiah dan doa.

6. Doa bersama.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: persis-solo.id

Acara doa bersama menjadi konsep yang dipilih oleh klub Liga 2, Persis Solo sebelum menjalankan kompetisi. Doa bersama itu diikuti seluruh pemain dan tim pelatih. Selain Persis Solo, klub lain yang mempunyai tradisi serupa adalah Persela Lamongan.

7. Mengunjungi panti asuhan.

tradisi klub sepak bola © 2019

foto: Instagram/@beritasriwijayafc

Tradisi tak kalah mulia lain yang dilakukan klub sepak bola Indonesia sebelum berkompetisi ialah mengunjungi panti asuhan. Tradisi tersebut dilakukan oleh klub seperti Sriwijaya FC dan Semen Padang. Dalam kunjungannya, klub biasanya akan memberikan sumbangan kepada panti asuhan yang dituju.

Recommended By Editor
Loading...

Comments