7 Simbol Makanan Imlek

Unik

Ragam / Unik

7 Simbol Makanan Imlek

7 Simbol Makanan Imlek

KEPONEWS.COM - 7 Simbol Makanan Imlek Perjamuan makan bersama menjadi momen wajib ketika merayakan Tahun Baru Cina. Pemilihan menu menjadi sangat penting karena setiap makanan memiliki arti khusus. Di tengah menjamu keluarga besar, tentu...


Perjamuan makan bersama menjadi momen wajib ketika merayakan Tahun Baru Cina. Pemilihan menu menjadi sangat penting karena setiap makanan memiliki arti khusus. Di tengah menjamu keluarga besar, tentu Anda tidak ingin menjadi pergunjingan karena salah pilih menu. Berikut ini info yang dikutip dariberjambang.blogspot.com

Ayam dan Ikan
Ayam dan ikan ialah simbol kebahagiaan dan keberuntungan, oleh karena itu sebaiknya disajikan secara utuh.

Jeruk
Jeruk mandarin besar menggambarkan kekayaan, sedangkan jeruk jenis kecil menggambarkan keberuntungan karena kedua jenis jeruk ini ialah buah yang berlimpah-limpah di Cina.

Mie
Mie yang panjang, tidak mudah putus menggambarkan panjang umur. Dalam setiap perayaan, mie selalu hadir sebagai wujud harapan untuk diberi umur yang panjang. Kabarnya, ketika makan mie ini tidak boleh dipotong melainkan disantap sampai ujung terakhir!

Bebek
Budi luhur sangat dijunjung tinggi oleh budaya Cina, dan sajian bebek merupakan simbol dari kesetiaan dan ketaatan. Sementara itu, telur bebek atau ayam memiliki makna kesuburan.

Kuaci
Asinan dari biji semangka atau labu kuning ini sering menemani saat-saat berbincang di tengah keluarga ketika merayakan Imlek. Arti dari sajian biji-bijian ini merupakan memiliki keturunan yang banyak.

Lobak
Lobak disebutcai touyang juga berartigood luck. Ketika perayaan Tahun Baru Cina, sajian lobak menjadi wujud harapan baru untuk beruntung di tahun yang akan dijalani.

Tahu
Tahu tausi, puding tahu, dan banyak lagi masakan Cina yang menggunakan tahu, namun tahu putih tidak disajikan dalam sajian Imlek karena warna putih berarti kematian atau kesialan. Ini yang perlu Anda ingat, jangan menghidangkan menu tahu ketika perayaan Tahun Baru Cina.

Comments