5 Perbuatan yang Tanpa Disadari Membuat Anda Masuk Kategori Toxic Parents

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

5 Perbuatan yang Tanpa Disadari Membuat Anda Masuk Kategori Toxic Parents

5 Perbuatan yang Tanpa Disadari Membuat Anda Masuk Kategori Toxic Parents

KEPONEWS.COM - 5 Perbuatan yang Tanpa Disadari Membuat Anda Masuk Kategori Toxic Parents Membuyarkan impian Untuk apa jadi musisi? Lebih baik kamu pilih sekolah kedokteran atau penerbangan, titik. Kalau Kamu memaksakan anak untuk mengubah harapan sesuai kehendak Kamu, berarti Kamu t...
Loading...

Membuyarkan impian

Untuk apa jadi musisi? Lebih baik kamu pilih sekolah kedokteran atau penerbangan, titik. Kalau Kamu memaksakan anak untuk mengubah harapan sesuai kehendak Kamu, berarti Kamu toxic parents. Tanpa disadari Kamu membuyarkan impian, melemahkan semangat, dan menurunkan kepercayaan diri anak.

Kalau asa anak ternyata berbeda dengan harapan Kamu, kompromilah. Ada, lo seorang sahabat SMA kami yang berhasil jadi dokter, tetapi tetap menekuni profesi DJ. Sikap kompromistis tidak hanya akan menghindari konflik antara orang tua dan anak, tetapi akan menerbitkan solusi yang menguntungkan semua pihak.

Menyela ucapan

Tidak ada tapi-tapi, pokoknya kalau Mama bilang A, ya harus A. Saat berdiskusi dengan anak, Kamu menganggapnya sebagai pertarungan debat. Setiap ada ketidaksepahaman, Kamu cenderung mendebat dan memotong ucapan anak. Tahukah Kamu rasanya dituntut selalu mendengarkan tetapi tidak pernah didengarkan? Sakitnya, tuh di sini (tunjuk ke dada). Anak yang merasa tidak nyambung saat bicara, berdiskusi, apalagi curhat kepada orangtua akan cenderung mencari kenyamanan dari orang lain di luar rumah. Yakin, Kamu siap diduakan dengan sahabat atau pacar anak?

Menghambat kemandirian

Anak ingin makan sendiri, tidak boleh karena takut berantakan. Anak ingin mandi sendiri, dilarang karena takut terpeleset. Anak ingin pilih baju sendiri, Kamu marah karena membuat lemari berantakan. Jangan terus menganggap anak sebagai bayi. Seiring bertambahnya usia, kemampuan hidup anak meningkat. Berikan kepercayaan bagi mereka, yang perlu Kamu lakukan hanya mengawasi dan memberi bantukan ketika dibutuhkan.

Membicarakan keburukan anak di depan orang lain

Bahkan ucapan sesepele waduh, anakku, sih paling susah disuruh bangun pagi termasuk dalam kategori membicarakan keburukan anak. Anak juga punya harga diri. Membicarakan keburukan anak di depan orang lain, apalagi didengar langsung anak ialah perbuatan yang melukai hati, meruntuhkan kepercayaan diri, menumbuhkan sifat rendah diri, dan mempermalukan. Berhati-hatilah saat membicarakan soal anak kepada orang lain. Jagalah privasi anak seperti Kamu ingin privasi pribadi Kamu terjaga rapi.

Mengungkit kesalahan

Ketika anak berbuat salah dan telah menyadari kesalahannya, tidak perlu terus mengungkit. Namun tanpa disadari orang tua melakukannya. Misalnya, ketika anak jatuh karena berlari-larian meski telah diperingatkan. Tidak perlu menambah sakit fisiknya dengan sakit batin karena Kamu mengoceh, Makanya, sudah tahu enggak boleh lari-larian, kenapa malah lari? Jangan jadikan kesalahan anak sebagai ajang memperburuk situasi. Tanpa Kamu ocehkan pun anak tahu perbuatannya salah. Pilih kalimat positif, misalnya, Sudah, sini jalan pelan-pelan supaya tidak jatuh lagi.

Rekomendasi

5 Perbuatan yang Tanpa Disadari Membuat Anda Masuk Kategori Toxic Parents

Comments