5 Oleh-Oleh Khas Cirebon Paling Diburu Traveler

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

5 Oleh-Oleh Khas Cirebon Paling Diburu Traveler

5 Oleh-Oleh Khas Cirebon Paling Diburu Traveler

KEPONEWS.COM - 5 Oleh-Oleh Khas Cirebon Paling Diburu Traveler PADA musim liburan, banyak wisatawan berkunjung ke Cirebon. Setelah puas jalan-jalan, jangan lupa membeli oleh-oleh ya. Meski terkenal dengan udangnya, nyatanya Cirebon mempunyai beragam hal yang kha...

PADA musim liburan, banyak wisatawan berkunjung ke Cirebon. Setelah puas jalan-jalan, jangan lupa membeli oleh-oleh ya.

Meski terkenal dengan udangnya, nyatanya Cirebon mempunyai beragam hal yang khas dan hanya bisa ditemui di sini. Banyak sekali macam olahan dari banyak sekali daerah yang ada di Cirebon dapat dijadikan buah tangah bagi wisatawan.

Penasaran apa saja? Berikut telah Okezone rangkum lima oleh-oleh khas Cirebon yang bisa Kamu beli.

Terasi udang

Mempunyai rasa yang asin dan gurih, terasi biasanya dijadikan sebagai bumbu pelengkap sambal Indonesia. Terasi yang terbuat dari udang kecil atau rebon tanpa pengawet buatan ialah ciri khas dari Cirebon. Kemasannya beragam mulai dari ukuran besar sampai kemasan ekonomis yang dapat dibawa kemana pun serta harganya terjangkau mulai dari Rp20 ribu untuk ukuran 100 gram. Wisatawan dapat membeli terasi di toko oleh-oleh yang berada di pusat kota, pasar, ataupun pedagang yang berada di pinggir jalan.

Batik Trusmi

batik

Memilliki motif megamendung atau berbentuk awan menjadi ciri khas dari batik Cirebon. Selain motif megamendung, wisatawan juga bisa melihat motif batik tulis Paksinaga Liman yang terinspirasi dari kereta kencana Keraton Kesepuhan. Wisatawan dapat berkunjung ke pusat pembuatan batik yang berada di Kampung Batik Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Weru Kidul, Kabupaten Cirebon.

Perajin Batik Ibnu Riyanto mengatakan, batik megamedung paling sering diburu wisatawan saebagaim oleh-oleh. Batik tersebut dibuat secara manual secara turun-temurun.

"Warga rata-rata belajar turun menurun dari orangtuanya, masih memakai cara tradisional membatik dengan memakai canting," ungkapnya.

Comments