5 Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

5 Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

5 Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

KEPONEWS.COM - 5 Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia Sejumlah negara mengalami penurunan angka kelahiran yang cukup signifikan. Fenomena ini sontak memaksa pemerintah setempat untuk mengeluarkan program khusus demi menjaga stabilitas populasi di negara...
Loading...

Sejumlah negara mengalami penurunan angka kelahiran yang cukup signifikan. Fenomena ini sontak memaksa pemerintah setempat untuk mengeluarkan program khusus demi menjaga stabilitas populasi di negara mereka.

China yang sempat meluncurkan program satu anak justru menjadi satu dari lima negara yang sangat fokus meningkatkan angka kelahiran penduduknya di tahun 2020 ini. Berikut ulasannya, seperti dilansr Okezone dari Foxnews, Kamis (23/1/2020).

China

Pada 1970-an, China menerapkan kebijakan satu anak untuk memperlambat pertumbuhan populasi penduduknya yang sangat cepat. Kebijakan itu akhirnya dicabut pada 2015, meski data statistik menunjukkan bahwa program ini telah memberikan sedikit pengaruh.

Namun pada 2019 lalu, Biro Statistik Nasional China memaparkan bahwa mereka menyentuh rekor angka kelahiran terendah semenjak negara tersebut berdiri pada tahun 1949 silam. Alhasil kini, pemerintah China mulai gencar mengeluarkan program khusus, guna meningkatkan angka kelahiran penduduknya, termasuk pemberian subsidi kepada ibu hamil.

Bayi

Italia

Italia berhasil mempertahankan salah satu negara yang mempunyai tingkat kesuburan terendah di Uni Eropa dengan rata-rata 1,3 anak per wanita. Angka ini lebih rendah dari data dari sejumlah negara Uni Eropa yang menyentuh angka 1,59 anak per wanita. Menanggapi masalah tersebut, pemerintah Italia telah menunjukkan insentif finansial kepada warga demi meningkatkan angka kelahiran. Tak tanggung-tanggung, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp12,2 juta per anak, namun tidak dapat mendongkrak angka kelahiran.

Selanjutnya

Comments