5 Fakta Quaden Bayles, bocah korban bullying yang viral

Trending

Fun / Trending

5 Fakta Quaden Bayles, bocah korban bullying yang viral

5 Fakta Quaden Bayles, bocah korban bullying yang viral

KEPONEWS.COM - 5 Fakta Quaden Bayles, bocah korban bullying yang viral Kasus bullying seolah tak pernah ada habisnya. Baru-baru ini linimasa sosmed dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seorang bocah dari Australia bernama Quaden Bayles. Dalam video yang viral ters...
Loading...

Kasus bullying seolah tak pernah ada habisnya. Baru-baru ini linimasa sosmed dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seorang bocah dari Australia bernama Quaden Bayles. Dalam video yang viral tersebut, Quaden tampak menangis tersedu-sedu.

Ibunda Quaden Bayles, Yarraka, berada di balik kamera dan mengatakan bahwa anaknya menjadi korban bullying. Dalam video ini, bocah berusia 9 tahun tersebut juga mengatakan bahwa ia ingin hidupnya berakhir.

"Ini ialah dampak dari bullying dan aku ingin orang tahu berapa besar hal ini melukai keluarga kami," tuturnya.

Setelah video ini viral, sejumlah kontroversi baru bermunculan. Di sosmed, sempat muncul tuduhan bahwa Quaden Bayles sebenarnya berumur 18 tahun. Tak sedikit yang kontra dengan keputusan ibu Quaden dalam mengungkapkan cerita anaknya.

Kini unggahan viral tersebut telah dihapus dan Instagram milik Quaden juga telah dikunci. Dilansir dari liputan6.com pada Selasa (25/2), berikut lima fakta perihal Quaden Bayles.

1. Berusia sembilan tahun.

Quaden Baysen berbagai sumber -foto: Instagram/@quaden_bayles_fanpage

Rumor bahwa Quaden lebih tua dari usia 9 tahun muncul karena fotonya di pesta ultah 18 tahun seseorang. Situs cek fakta Snopes yang dikutip People, memastikan bahwa pesta ultah ke-18 tersebut bukan untuk Quaden. Pasalnya, di foto lain terlihat nama orang lain yang tengah merayakan ultahnya.

Insider juga memastikan bahwa Quaden lahir pada Desember 2010. Sepanjang satu dekade, sang ibu mengunggah foto tahun demi tahun ultah Quaden di Facebook miliknya. Sekadar catatan, Quaden merupakan keturunan Aborigin.

2. Mengidap Achondroplasia Dwarfism.

Quaden lahir dengan achondroplasia dwarfism, yang menyebabkan tubuhnya katai. Dilansir dari Perpustakaan Obat AS, cirinya ialah ukuran tubuh yang terbilang normal, tapi kaki dan tangan berukuran pendek.

Umumnya orang dengan kondisi ini juga mengalami keterbatasan dalam gerak, dan mempunyai kepala yang besar dengan dahi yang menonjol.

3. Sering masuk TV.

Kisah hidup Quaden sebenarnya sudah beberapa kali muncul di TV. Saat umur lima tahun, Quaden dan ibunya muncul di acara gosip Today.

Ia juga tampil di acara TV Australia, Living Black, program yang menceritakan perihal kehidupan komunitas penduduk asli di negara tersebut. Quaden juga pernah tampil dalam talk show lain untuk meningkatkan pemahaman publik perihal kondisinya ini.

4. Konseling.

Quaden Baysen berbagai sumber -foto: iStockphoto

Bullying yang menimpa Quaden sebenarnya telah terjadi semenjak lama. Saat tampil di Today misalnya, sang ibu menceritakan Quaden sampai harus menjalani konseling karena bullying yang dialami.

Quaden juga kerap menjadi sorotan orang-orang bila sedang berada di luar ruangan. "Memang tidak selalu, ada orang-orang baik yang menyatakan dukungan, tapi ada juga yang menunjuk-nunjuk bahwa dia berbeda," kata sang ibu dalam sebuah talk show.

5. Dukungan selebriti dunia.

Quaden Baysen berbagai sumber -foto: Twitter/@realhughjackman

Sejumlah artis besar secara terbuka memberikan dukungannya kepada Quaden. Aktor kelahiran Australia Hugh Jackman, salah satunya.

"Quaden, kamu lebih kuat dari yang kamu tahu, mate. Dan apa pun yang terjadi, aku merupakan temanmu," kata sang pemeran Wolverine ini dalam sebuah video yang ia unggah di Twitter pribadinya.

Aktor The Walking Dead dan Supernatural Jeffrey Dean Morgan juga ikut bersuara. "Aku ingin kamu tahu bahwa kamu punya sahabat, termasuk aku," kata dia.

Bahkan Quaden diundang dalam laga rugby Indigenous All Stars pada 22 Februari kemarin. Ia masuk ke lapangan dengan menggandeng kapten tim, Joel Thompson.

Recommended By Editor

Comments