4 Tanda Ikan Cupang Sedang Sakit, Kenali Ciri-ciri Ini

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

4 Tanda Ikan Cupang Sedang Sakit, Kenali Ciri-ciri Ini

4 Tanda Ikan Cupang Sedang Sakit, Kenali Ciri-ciri Ini

KEPONEWS.COM - 4 Tanda Ikan Cupang Sedang Sakit, Kenali Ciri-ciri Ini Apa saja ciri atau tanda ikan cupang sedang sakit? Untuk mengetahui jawabannya, yuk kita simak bersama penjelasan berikut ini....

Apa saja ciri atau tanda ikan cupang sedang sakit? Untuk mengetahui jawabannya, yuk kita simak bersama penjelasan berikut ini.

TANDA IKAN CUPANG SAKIT

Ikan cupang menjadi salah satu hewan peliharaan favorit sebagian orang karena warnanya yang menarik, mudah dirawat, dan daya tahannya yang kuat. Meskipun dinilai mempunyai daya tahan yang baik, namun ikan cupang tak luput dari sakit yang dialaminya.

Menyadur dari Nippyfish.net, mengenali dengan cermat sakit yang dialami ikan cupang akan memudahkan proses penyembuhan ikan hias ini. Bintik putih kecil seperti gula bisa menjadi tanda parasit Ich.

Selain Untuk Hiburan, Berikut 5 Manfaat Mempunyai Hewan Peliharaan

Sedangkan tubuh yang bengkak dan sisik menonjol bisa menjadi sinyal ikan cupang sedang mengidap dropsy. Di samping itu, sirip yang mencair bisa menunjukkan ikan mengalami busuk sirip.

Lalu bagaimana jikalau ikan cupang yang sedang sakit tidak mengalami gejala-gejala yang terlihat? Berikut ulasan 4 tanda ikan cupang mengalami sakit.

Infografis Ikan cupang. (Iqbal Asaputro)Infografis Ikan cupang. (Iqbal Asaputro)

1. Warna Tubuh Hilang atau Memudar

Gejala pertama yang menunjukkan ikan cupang sakit merupakan kehilangan warna tubuh ikan. Secara umum, warna tubuh ikan hias ini mulai memudar atau tampak kusam. Penyebabnya bisa karena beberapa hal, mulai dari buruknya kualitas air hingga infeksi bakteri atau parasit internal.

Ikan yang sedang sakit akan mengubah warna tubuhnya menjadi lebih redup atau mulai berubah menjadi warna cokelat berlumpur atau abu-abu. Jikalau tubuh ikan cupang jadi kusam atau abu-abu, mungkin ikan cupang menderita infeksi bakteri atau jamur eksternal.

Kucing Aurel Hermansyah Pakai Baju Branded, Harganya Hampir Rp2 Juta

Kehilangan warna tubuh ikan cupang yang cepat dapat menunjukkan tanda penyakit atau gambaran bahwa kualitas air tidak mencukupi.

Namun jikalau warna tubuh pudar karena pertambahan usia ikan, itu ialah normal. Memang ikan cupang yang telah berusia akan didapati area di bawah mulut atau jenggot menjadi kusam atau warna abu-abu.

2. Sirip yang Terjepit

Kondisi sirip terjepit terjadi saat sirip ekor ikan cupang tertutup rapat. Ikan cupang memang sesekali melebarkan siripnya, terutama saat melihat bayangannya sendiri. Namun, kondisi yang perlu diwaspadai bila ikan cupang sedang sakit atau tidak cocok dengan kondisi airnya merupakan, jarang membuka siripnya lebar-lebar.

Nah, jikalau ikan cupang tampak menahan-nahan siripnya, pertama periksa apakah air akuarium cukup hangat dan terbebas racun, seperti amonia, nitrit, dan nitrat tinggi. Tingkat keasaman atau pH yang berubah cepat juga bisa memicu kondisi sirip terjepit.

3. Ikan Tampak Lesu

Gerai Cupang Kewirausahaan Terpadu di Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias (SPPIH) Slipi, Jakarta Barat. (Chyntia Sami B)Ikan Cupang. (Chyntia Sami B)

Di siang hari, ikan cupang biasanya akan aktif menjelajah, dan pada malam hari akan tidur nyenyak hampir tak bergerak. Sebaliknya, kalau ikan cupang terbaring lesu di dasar akuarium sepanjang hari, itu bukanlah tanda ikan yang sehat.

Kelesuan pada ikan bisa menjadi tanda semua penyakit, namun juga menandakan keadaan air yang kurang optimal untuk kesehatan ikan. DI sisi lain, kelesuan juga dapat disebabkan kurangnya asupan makanan bergizi seimbang yang dikonsumsi ikan cupang.

4. Selera Makan Hilang

Penyebab hilangnya selera makan pada ikan cupang bisa karena beberapa hal. Mulai dari infeksi bakteri, virus, hingga parasit. Kualitas air yang buruk juga dapat menjadi penyebab hilangnya selera makan ikan.

Itulah daftar 4 tanda ikan cupang mengalami sakit yang harus dipahami oleh sang pemiliknya agar segera dilakukan penanganan tepat. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Yulia Kartika Dewi

Comments