4 Negara Penyumbang Sampah Luar Angkasa

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

4 Negara Penyumbang Sampah Luar Angkasa

4 Negara Penyumbang Sampah Luar Angkasa

KEPONEWS.COM - 4 Negara Penyumbang Sampah Luar Angkasa Empat negara menjadi penyumbang terbesar sampah luar angkasa. Keempatnya yaitu Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan India. Nama terakhir disebut oleh seorang politikus senior asal Pakistan. Menteri...

Empat negara menjadi penyumbang terbesar sampah luar angkasa. Keempatnya yaitu Amerika Serikat (AS), Rusia, China, dan India. Nama terakhir disebut oleh seorang politikus senior asal Pakistan.

Menteri Sains dan Teknologi Pakistan, Fawad Chaudhry, menuduh program luar angkasa India menjadi sumber utama sampah luar angkasa.

Ia pun mendesak masyarakat internasional untuk menyelidiki misi luar angkasa India yang "tidak bertanggung jawab" itu.

Sampah luar angkasa ialah ribuan keping bagian dari roket tua atau satelit yang telah hancur, yang kemudian mengotori luar angkasa - terutama di wilayah orbit Bumi.

Pernyataan Chaudhry diungkapkan setelah badan luar angkasa AS (NASA) menemukan kepingan pesawat luar angkasa India yang bertabrakan di Bulan pada September.

Tetapi apakah pernyataan tersebut berdasarkan data? Apakah India sekarang memang merupakan sumber utama sampah luar angkasa yang kemungkinan dapat menjadi berbahaya?

Seberapa banyak sampah luar angkasa?

Terdapat lebih dari 23.000 kepingan berukuran lebih dari 10 cm dan US Space Surveillance Network/Jaringan Pengawasan Luar Angkasa AS telah menemukan sebagian besar dari benda tersebut, kata Kantor Program Serpihan Orbit NASA/Orbital Debris Programme Office (ODPO).

Sebagian besar sampah melayang di jarak 1.250 mil atau 2011 km dari permukaan Bumi, bersama-sama dengan lebih dari 2.000 satelit buatan, di samping International Space Station/Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tabrakan kemungkinan terjadi dan banyak dari kepingan yang ada berasal dari tumbukan di luar angkasa.

Ketika China menguji misil salah satu satelit cuacanya di tahun 2007, sekitar 3.000 serpihan dihasilkan.

Dan tabrakan yang tidak disengaja antara satelit komunikasi AS dan Rusia di tahun 2009 juga menyumbangkan jumlah serpihan besar di orbit, kata ODPO.


India mengumumkan misi luar angkasa yang ambisius. - Getty Images

Seberapa besar andil India?

India masih menghasilkan sampah luar angkasa yang lebih sedikit dibandingkan tiga penyumbang polusi terbesar: Rusia, AS dan China, kata ODPO.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Mencari Gelar Baru untuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Ilustrasi markas militer di Bulan.

AS Punya Pasukan Luar Angkasa, Rusia Mau Bikin Markas Militer di Bulan

bintang menghilang

Bintang Menghilang Misterius, Benarkah Tanda Adanya Alien?

Foto Komet Antarbintang

Inilah Foto Terbaru Pengunjung Antar Bintang Kedua

Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan saat berkunjung ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang bakal menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia. - EPA

Ruki, Artidjo dan Albertina Ho Bakal Jadi Dewan Pengawas KPK?

Penampakan UFO.

Mengerikan, 7 Penampakan UFO Paling Jelas yang Terekam Kamera

Tetapi sampah luar angkasa India mengalami peningkatan - 163 buah di tahun 2019, dari 117 di tahun 2018.


Sumber utama sampah luar angkasa. - BBC

Pada bulan Maret tahun ini, India menjadi negara keempat yang melakukan tes misil anti-satelit.

Tes ini dilaporkan dilakukan pada ketinggian yang dapat mencegah tertinggalnya serpihan di orbit Bumi.

Tetapi AS tetap mengecam tes dan NASA menyatakan telah melacak sekitar 50 serpihan dari tes yang dilakukan lebih tiga bulan setelahnya tersebut.


India merupakan negara ke empat yang melakukan tes misil anti-satelit. - Getty Images

"Apakah tindakan China lebih satu dekade lalu yang lebih buruk secara teknis, atau India yang menghasilkan serpihan baru-baru ini dan seharusnya mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan mempengaruhi semua orang, masalah bukanlah itu," kata Christopher D Johnson, penasehat hukum luar angkasa Secure World Foundation, AS kepada BBC News.

"Kita seharusnya belajar dari peristiwa yang terjadi sebelumnya dan menyadari bahwa tidak ada alasan yang dapat diterima terkait dengan serpihan sampah luar angkasa, yang mengancam kemungkinan setiap orang untuk dapat memakai luar angkasa."

Apa yang harus dilakukan?

Orbit Bumi semakin sesak, ribuan satelit dioperasikan dan masih banyak peluncuran akan dilakukan sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya tabrakan.

Tetapi tidak terdapat aturan yang melarang tes anti-satelit.

Beberapa negara dan sejumlah perusahaan swasta, menguji cara baru untuk mengatasi sampah luar angkasa, mulai dari pemakaian harpun, magnet raksasa sampai ke jaring.

Tahun 2025, European Space Agency/Badan Luar Angkasa Eropa akan meluncurkan misi luar angkasa pertama untuk memungut sampah dari orbit Bumi.

Tetapi NASA menyatakan membersihkan lingkungan luar angkasa tetap merupakan sebuah "tantangan teknis dan ekonomi".

Comments