3 Sumber Penularan COVID-19 yang Patut Diwaspadai

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

3 Sumber Penularan COVID-19 yang Patut Diwaspadai

3 Sumber Penularan COVID-19 yang Patut Diwaspadai

KEPONEWS.COM - 3 Sumber Penularan COVID-19 yang Patut Diwaspadai Imbauan Physical Distancing dan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah terus disampaikan pemerintah kepada masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau COVID-19. Namun, hal penting l...

Imbauan Physical Distancing dan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah terus disampaikan pemerintah kepada masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau COVID-19. Namun, hal penting lain yang perlu diwaspadai merupakan sumber penularan COVID-19.

Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof. dr. Purnawan, M.Ph., P.Hd mengatakan, setidaknya ada tiga sumber penulara COVID-19 yang perlu diwaspadai. Tiga sumber penularan COVID-19 tersebut sangat dekat dan sering dilakukan di lingkungan masyarakat, adalah barang-barang yang dikirim secara daring, uang tunai dan interaksi antara cucu dan kakek.

"Barang-barang yang kita terima secara online itu kan kita tidak tahu bagaimana prosesnya, bagaimana yang ngantar, ini harus kita lakukan sebagai benda terinfeksi," kata Purnawan dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu 29 Maret 2020.

BNPB

Selanjutnya, sumber kedua penularan ialah uang tunai. karena uang dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga uang tunai bisa menjadi penularan COVID-19. Oleh karena itu itu perlu perlakuan khusus saat memakai uang tunai.

"Uang 'cash' itu akan menular dari orang ke orang jadi itu harus ada caranya, kalau saya pegang pakai plastik dan saya taruh di tempat khusus di rumah," tutur Purnawan.

Sumber penularan COVID-19 yang ketiga adalah interaksi antara kakek dan cucu. Menurutnya, ketika kakek atau nenek berinteraksi dengan cucu penularan riskan terjadi. Karena kakek termasuk kelompok berisiko adalah usia lanjut. Karenanya, untuk mencegah penularan, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan selama berinteraksi.

(hel)

Comments