3 Kesalahan Yang Membuat Resume Kerja Anda Langsung Dihempaskan Sebelum Dibaca

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

3 Kesalahan Yang Membuat Resume Kerja Anda Langsung Dihempaskan Sebelum Dibaca

3 Kesalahan Yang Membuat Resume Kerja Anda Langsung Dihempaskan Sebelum Dibaca

KEPONEWS.COM - 3 Kesalahan Yang Membuat Resume Kerja Anda Langsung Dihempaskan Sebelum Dibaca Kemalasan lain yang sangat sering saya lihat di resume ialah ketika seseorang selalu memulai dengan bullet point, bilang Nicolai. Para kandidat harus memahami, memulai dengan bullet point dan dilan...
Loading...

Kemalasan lain yang sangat sering saya lihat di resume ialah ketika seseorang selalu memulai dengan bullet point, bilang Nicolai. Para kandidat harus memahami, memulai dengan bullet point dan dilanjutkan dengan kalimat Bertanggungjawab untuk (di bagian pengalaman dan deskripsi peekrjaan) hanya memaparkan apa saja pekerjaan yang pernah Kamu lakukan, namun tidak memaparkan performa kerja Kamu sebelumnya. Ini tidak memaparkan apakah kandidat pernah sukses pada posisi jabatannya. Jangan malas, ambillah beberapa menit ekstra untuk memaparkan apa saja keberhasilan Kamu pada pekerjaan sebelumnya, bukan keberhasilan yang sedang Kamu harapkan, terang Nicolai.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Mencantumkan tautan medsos

Silahkan cantumkan tautan atau alamat akun sosmed Kamu jikalau memang konten medsos Kamu berkaitan dengan pekerjaan yang Kamu lamar. Jangan terlalu percaya diri untuk memberi tautan akun medsos yang isinya hanya kenarsisan diri Kamu. Kandidat yang berpikir akun sosmed mereka sangat berharga untuk dicantumkan di resume kerja sesungguhnya sedang mempertaruhkan diri untuk membuat resume mereka langsung diabaikan, kata Nicolai.

Akan lebih aman bila Kamu memberi tautan alamat akun LinkedIn, karena dari sini akan terlihat profil dan rekam jejak pekerjaan Kamu. Namun Kamu harus memastikan akun LinkedIn Kamu selalu diperbaharui. Kesalahan terburuk yang sering saya lihat di resume merupakan resume yang tidak singkron dengan profil LinkedIn. Akibatnya, sering muncul dua berita berbeda, bahkan bertentangan, dan perbedaan berita soal posisi apa yang Kamu inginkan serta siapa jati diri Kamu sebagai kandidat, urai Lisa Rangel.

Terlalu bertele-tele

Amy L. Adler, MBA, yang merupakan ahli penulis resume bersertifikat dan pembina manajemen karier bersertifikat mengatakan, hal terburuk dalam resume kerja merupakan berusaha menjabarkan semua pengalaman kerja Kamu dalam satu halaman. Pilih saja pengalaman kerja yang berkaitan dengan posisi kerja yang sedang Kamu lamar. Resume yang memuat semua pengalaman kerja sepanjang sejarah karier yang mungkin sudah berjalan selama 20 atau 30 tahundan hanya menuliskan 'bertanggungjawab untuk', tidak ada fokus, tidak memaparkan pencapaian, dan tidak ada deskripsi wacana apa keunikan Kamu yang membuat Kamu layak mendapatkan posisi yang diinginkan, urai Adler. Saya telah membaca resume seperti ini dalam bentuk narasi bertele-tele atau format bullet point yang menyebalkan, imbuhnya. Fokuslah hanya memaparkan pengalaman dan pencapaian kerja yang berkaitan dengan posisi pekerjaan yang sedang dilamar.

Misalnya Kamu melamar di posisi pemasaran, tidak perlu mencantumkan pengalaman Kamu bekerja ketika magang di restoran. Beberapa orang bahkan mencantumkan berapa gaji harian mereka ketika magang semasa kuliah, beri tahu Nicolai. Berita seperti ini jelas tidak penting dan mungkin akan mengirimkan pesan yang salah, pungkas Nicolai.

(riz)

Rekomendasi

Loading...

Comments