3 Karakter Seorang Miliarder, Ternyata Tak Hanya Faktor Kecerdasan

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

3 Karakter Seorang Miliarder, Ternyata Tak Hanya Faktor Kecerdasan

3 Karakter Seorang Miliarder, Ternyata Tak Hanya Faktor Kecerdasan

KEPONEWS.COM - 3 Karakter Seorang Miliarder, Ternyata Tak Hanya Faktor Kecerdasan JAKARTA Kecerdasan ternyata bukan faktor utama yang membuat seseorang menjadi miliarder. Sifat seperti siap mengambil risiko, fokus, dan tekad merupakan tiga karakter yang bikin seseorang menjadi...
Loading...

JAKARTA Kecerdasan ternyata bukan faktor utama yang membuat seseorang menjadi miliarder. Sifat seperti siap mengambil risiko, fokus, dan tekad merupakan tiga karakter yang bikin seseorang menjadi miliarder.

Menurut UBS and PwC s 2019 Billionares Report, karakter kepribadian itu menciptakan atau meningkatkan peluang seseorang untuk bisa sukses. Miliarder menjadi sukses jikalau tahu mengambil risiko secara cerdas, fokus yang tinggi pada usaha dan dapat melihat peluang. Selain itu miliarder juga berpikir panjang dari keputusan yang diambilnya.

Youtubers Berpenghasilan Tertinggi di Dunia Ternyata Anak Kecil

Saya mengobrol dengan klien wacana kesuksesan dan cara menggapai kesuksesan di perusahaan. Saya berpikir bukan untuk jangka pendek. Saya berpikir 10 tahun mendatang, kata Managing Director of UBS Head of Ultra High Net Worth America John Matthews, melansir Business Insider, Jumat (15/11/2019).

Berdasarkan studi yang dilakukan UBS dan PwC menemukan pemikiran miliarder sangat out of the box dari mayoritas orang.

Orang Kaya

Hal ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh Rainer Zitelman, peneliti asal Jerman. Ia melakukan tes kepribadian terhadap 43 orang dengan kekayaan bersih di atas USD11 juta (Rp154 miliar kurs Rp14.000 per USD). Zitelman menemukan, miliarder cenderung bisa bekerja walaupun dalam keadaan frustrasi dan sangat detil daripada masyarakat pada umumnya.

Bukan Warisan, Ini yang Bill Gates hingga Ashton Kutcher Siapkan untuk Anaknya

Intinya, kamu bisa bilang kalau miliarder kurang menyenangkan. Tetapi, kesadarannya lebih tinggi, lebih terbuka untuk pengalaman baru, ungkap Zitelman.

Selanjutnya

Comments