3 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang sedang Berbohong

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

3 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang sedang Berbohong

3 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang sedang Berbohong

KEPONEWS.COM - 3 Bahasa Tubuh yang Menandakan Seseorang sedang Berbohong Ekspresi wajah Menghindari kontak mata kerap dianggap mengambarkan seseorang berbohong. Namun pakar bahasa tubuh Blanca Cobb mengatakan mata dan mulut kedutan, bibir manyun dan berkedip berlebihan mer...

Ekspresi wajah

Menghindari kontak mata kerap dianggap mengambarkan seseorang berbohong. Namun pakar bahasa tubuh Blanca Cobb mengatakan mata dan mulut kedutan, bibir manyun dan berkedip berlebihan merupakan menunjukan seseorang tidak berkata jujur. Senyum di saat yang tidak tepat juga jadi indikator seseorang berbohong.

Seseorang yang berbohong akan menunjukkan gerakan aneh (Depositphotos)

Seseorang yang berbohong akan menunjukkan gerakan aneh (Depositphotos)

Gestur tangan

Ketika berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, orang dewasa cenderung menenangkan dirinya sendiri. Caranya dengan menyentuh bagian tubuh seperti mulut, mata, indera pendengaran dan hidung untuk meredakan stres atau rasa cemas. Meski setiap orang punya gestur yang berbeda, umumnya seseorang akan menenangkan dirinya dengan menekan tulang-tulang tangan (knuckle cracking), sering menguap, menyilangkan kaki, mengetuk-ngetukan jari, humming, bergerak kesana kemari dengan pelan maupun cepat dan menyentuh rambut.

Rasa gatal juga bisa timbul ketika seseorang berdusta. "Stres berdampak negatif pada ujung saraf yang menyebabkan seseorang merasa gatal," terang pakar bahasa tubuh Patti Wood. Rasa gatal ini umumnya muncul pada bagian mata, hidung, indera pendengaran, dan mulut. Kecenderungan lain bagi mereka yang berbohong ialah menyembunyikan tangan di bawah meja atau memasukkan tangan ke dalam saku baju kala berbicara,

Gerakan kaki

Kaki yang tidak bisa diam jadi mengambarkan seseorang merasa bersalah karena berbohong. Menekuk atau mengetuk-ngetukan kaki menandakan kurangnya keseimbangan dalam tubuh. "Ketika melakukan ini, seseorang berkata satu hal tapi merasakan hal yang lain," imbuh Patti.

Rekomendasi

Comments