213 Delman Siap Layani Wisatawan Keliling Malioboro

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

213 Delman Siap Layani Wisatawan Keliling Malioboro

213 Delman Siap Layani Wisatawan Keliling Malioboro

KEPONEWS.COM - 213 Delman Siap Layani Wisatawan Keliling Malioboro Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana membuat daerah Malioboro bebas kendaraan bermotor. Dengan begitu, untuk menjemput wisatawan menuju daerah Malioboro termasuk berkeliling objek wisata di s...


Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana membuat daerah Malioboro bebas kendaraan bermotor. Dengan begitu, untuk menjemput wisatawan menuju daerah Malioboro termasuk berkeliling objek wisata di sekitar Malioboro membutuhkan moda transportasi lain.

Dan andong atau delman akan diproyeksikan sebagai alat transportasi di daerah Malioboro bagi wisatawan. Namun tak hanya sekadar andong, namun kereta yang ditarik oleh kuda tersebut harus laik jalan atau harus mempunyai surat izin operasional kendaraan tidak bermotor (SIOP KTB).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho mengatakan, jumlah andong di DIY saat ini mencapai 540 yang tersebar di Sleman, Kota Yogyakarta dan Bantul.

"Sebanyak 213 andong dinyatakan laik jalan dan diberikan SIOP KTB. SIOP KTB ini wajib dimiliki pemilik andong sebagai syarat utama guna beroperasi di daerah Malioboro dan sekitarnya. Tanpa surat ini, andong dilarang beroperasi di Malioboro, katanya, Rabu, 5 Desember 2018.

Bekerja sama dengan Paguyuban Kusir Andong DIY, Dishub Kota Yogyakarta melakukan kualifikasi terhadap andong-andong yang dinyatakan laik. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi, adalah ketersediaan lampu, bel, pakaian kuda, pakaian surjan atau batik lurik untuk pengemudi, tempat kotoran kuda, dan kereta wajib dicat.

Khusus pengecatan, Dishub Kota Yogyakarta mewajibkan satu dari tiga warna yang dipilih sebagai tanda andong Malioboro. Pilihan warna itu, yaitu kuning, hijau atau cokelat.

SIOP KTB ini berlaku sampai tiga tahun ke depan. Bila sudah habis maka dilakukan pengecekan ulang seperti awal. Hal ini sebagai upaya menjamin keselamatan penumpang karena andong merupakan ciri khas pariwisata Yogyakarta, ujar Wirawan.

Berlakunya SIOP KTB untuk andong sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 25 tahun 2010 dan Perda DI Yogyakarta Nomor 5 tahun 2016 wacana Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong.

image_title

Bertualang Seru di Alam Yogyakarta, Ini Pilihannya

image_title

60 Komika Bakal Kocok Perut Wisatawan di Hutan Pinus Sari

image_title

Jogjabike, Pertama di Indonesia Jadi Destinasi Baru Malioboro

Delman atau andong di DIY

Wirawan menyatakan, dari kajian usai revitalisasi Malioboro, idealnya jumlah andong yang beroperasi maksimal 70 andong per hari untuk memberikan kenyamanan. Namun karena belum ada pembatasan, sehingga kini jumlah yang beroperasi mencapai 100 sampai 150 andong kalau libur panjang.

Usai di Bantul, pemeriksaan andong bersama dengan paguyuban akan menyasar Sleman dan Kota Yogyakarta. Kita berharap semua andong yang ada laik jalan, ucapnya.

Ketua Paguyuban Kusir Andong DI Yogyakarta Purwanto menyatakan, terkait dengan andong-andong yang belum mendapatkan SIOP KTB maka pihaknya memberikan batas waktu hingga Februari 2019. Kalau memang tidak bisa memenuhi maka dilarang beroperasi di Malioboro.

Tapi jikalau melihat perbandingan jumlah dan minimnya area operasi, kami mengusulkan adanya penambahan ruang kerja bagi andong. Saat ini, kami sedang membahas penambahan area dengan Dishub Provinsi, kata Purwanto.

Disinggung mengenai pembagian jam kerja bagi andong, Purwanto menyatakan tidak ada. Biasanya jikalau di Malioboro penuh, maka andong yang baru datang akan memutar dahulu hingga mendapatkan tempat yang kosong.

Perlu diketahui, satu putaran dari Malioboro ke Kraton satu paket andong bertarif Rp150 ribu dengan daya muat hingga delapan orang. Sedangkan bila hanya berputar di sirip-sirip Malioboro, seperti Jalan Bhayangkara atau Jalan Mataram, tarif paket sebesar Rp100 ribu. (ldp)

Comments