2 Negara Asean Resesi, Indonesia Siap-Siap!

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

2 Negara Asean Resesi, Indonesia Siap-Siap!

2 Negara Asean Resesi, Indonesia Siap-Siap!

KEPONEWS.COM - 2 Negara Asean Resesi, Indonesia Siap-Siap! JAKARTA - Dua negara Asia Tenggara, Filipina dan Singapura sudah alami pertumbuhan ekonomi negatif karena dampak virus corona. Bahkan perekonomian keduanya sudah mengalami resesi karena di kuartal seb...

JAKARTA - Dua negara Asia Tenggara, Filipina dan Singapura sudah alami pertumbuhan ekonomi negatif karena dampak virus corona. Bahkan perekonomian keduanya sudah mengalami resesi karena di kuartal sebelumnya juga mengalami pertumbuhan minus.

Indonesia juga mengalami pertumbuhan negatif hingga minus 5,32% pada kuartal II-2020. Namun masih beruntung belum resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama masih positiff.

Resesi dan Depresi Ekonomi, Apa Bedanya?

Terbaru ialah Filipina yang mengalami resesi. Pertumbuhan ekonominya minus hingga 16,5%. Kebijakan karantina wilayah untuk mencegah virus corona justru membuat ekonomi menjadi melemah.

Ekspor mengalami penurunan tahunan dua digit dari Maret hingga Juni karena penguncian membatasi produksi dan mengganggu rantai pasokan. Pengangguran tertinggi telah membebani konsumsi swasta, yang mendorong sekitar dua pertiga dari PDB.

krisis

Tak hanya Filipina, Singapura lebih dulu mengalami resesi, setelah pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus 41,2% pada kuartal II-2020. Departemen Perdagangan dan Industri menyatakan, produk domestik bruto Singapura sebagian besar dihitung dari data bulan April dan Mei.

Resesi didefinisikan bila pertumbuhan dua kuartal berturut-turut mengalami minus. Tercatat, pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura minus 3,3%. Dengan demikian, Singapura masuk ke jurang resesi.

Geber Daya Beli, Ekonomi RI Tumbuh Selamat dari Resesi

Indonesia pun harus bersiap untuk hal tersebut. Pasalnya, pada kuartal II, ekonomi minus hingga 5,32%.

Meski sudah terprediksi sebelumnya, pemerintah wajib meningkatkan ekonomi di Kuartal III dan IV. Ini menjadi penentu apakah ekonomi negara masuk resesi atau tidak.

Respons pemerintah terhadap hal tersebut mulai terlihat, seperti melanjutkan program bantuan sosial tunai (BST) untuk 8,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp300.000 per bulan. Kemudian rencana pemberian bantuan tunai kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta, diberikan gaji tambahan sebesar Rp600.000 per bulan.

Hingga pemberian modal kepada usaha mikrp dan ultra mikro sebesar Rp2,4 juta. Langkah-langkah ini diharapkan bisa menggerakan ekonomi dan mempercepat pemulihan perekonomian. (feb)

(rhs)

Comments