14,4 Persen Orang Dewasa Rentan Depresi Akibat Adiksi Internet Selama Pandemi

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

14,4 Persen Orang Dewasa Rentan Depresi Akibat Adiksi Internet Selama Pandemi

14,4 Persen Orang Dewasa Rentan Depresi Akibat Adiksi Internet Selama Pandemi

KEPONEWS.COM - 14,4 Persen Orang Dewasa Rentan Depresi Akibat Adiksi Internet Selama Pandemi Semakin sering Kamu terhubung dengan internet atau dalam istilah medis disebut adiksi internet, terkhusus di masa pandemi, meningkatkan risiko rasa cemas, depresi. Ini juga mendorong perilaku kompulsi...

Semakin sering Kamu terhubung dengan internet atau dalam istilah medis disebut adiksi internet, terkhusus di masa pandemi, meningkatkan risiko rasa cemas, depresi. Ini juga mendorong perilaku kompulsif yang akhirnya semakin memperparah adiksi internet.

Hal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah staf dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya.

Lebih jelasnya, peneliti mencatat ada 14,4 persen orang dewasa di Indonesia yang mengalami adiksi internet selama pandemi Covid-19 ini. Durasi online pun meningkat sebesar 52 persen dibanding sebelum pandemi.

depresi

"Situasi ini patut diwaspadai karena penggunaan internet berlebihan justru dapat memperberat rasa cemas, depresi, dan mendorong perilaku kompulsif yang akhirnya semakin memperparah adiksi internetnya," tulis studi yang sudah diterbitkan di Jurnal Internasional Frontiers in Psychiatry itu.

Dijelaskan juga di sana, semenjak pemerintah membuat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai bentuk perwujudan physical distancing di era pandemi Covid-19, banyak sekali kegiatan mulai dari sekolah, kerja, ibadah, hingga sosialisasi dilakukan secara daring di rumah.

Situasi ini menjadikan internet sebagai bagian penting dalam aktivitas masyarakat. Peneliti pun menilai dari sana jugalah timbul perilaku adiksi internet.

Salah satu faktor prediktif yang menyebabkan perilaku adiksi internet di masa pandemi ini merupakan dorongan untuk mencari berita terkait Covid-19 itu sendiri.

"Stres psikologi yang timbul karena rasa takut terhadap infeksi virus Covid-19 juga dapat mendasari seseorang untuk mencari rekreasi melalui aktivitas online atau internet sebagai salah satu bentuk adaptasi," tulis laporan tersebut.

Peneliti pun mengungkapkan fakta bahwa pada individu dengan kasus suspek atau konfirmasi Covid-19 dalam rumah tangga, mereka mempunyai skor psikopatologi 2 kali lebih tinggi.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menunjukkan fakta lain yaitu adiksi internet berhubungan dengan penurunan waktu dan kualitas tidur.

"Mereka yang mengalami adiksi internet biasanya juga kesulitan untuk memulai tidur. Buruknya, kualitas tidur berpotensi menyebabkan gangguan psikologis dan penurunan sistem imun," tegas salah seorang peneliti, Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K) melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (16/9/2020).

Gaya Marion Jola Pakai Baju 'Anak TK', Netizen Gusar!

Ia melanjutkan, pada individu dengan kasus suspek atau terkonfirmasi positif Covid-19 dalam rumah tangga, situasi itu mempunyai peluang lebih tinggi untuk terjadi.

Selanjutnya

Comments