12 Manfaat Kacang Kenari untuk Kesehatan, Bisa Cegah Penyakit Jantung

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

12 Manfaat Kacang Kenari untuk Kesehatan, Bisa Cegah Penyakit Jantung

12 Manfaat Kacang Kenari untuk Kesehatan, Bisa Cegah Penyakit Jantung

KEPONEWS.COM - 12 Manfaat Kacang Kenari untuk Kesehatan, Bisa Cegah Penyakit Jantung KENARI atau walnut merupakan sejenis kacang-kacangan yang padat nutrisi dengan banyak senyawa bioaktif. Kenari mempunyai banyak manfaat kesehatan, adalah bisa meningkatkan kognitif dan memori hingga m...

KENARI atau walnut merupakan sejenis kacang-kacangan yang padat nutrisi dengan banyak senyawa bioaktif. Kenari mempunyai banyak manfaat kesehatan, adalah bisa meningkatkan kognitif dan memori hingga menyehatkan jantung, gigi, kesehatan mental, metabolisme, serta reproduksi.

Dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021), kenari dikemas dengan antioksidan seperti flavonoid, asam ellagic, folat, gamma-tocopherol, alpha-tocopherol (vitamin E), delta-tocopherol, vitamin E, selenium, melatonin, dan proanthocyanidins.

Kacang Hijau Kaya Nutrisi, Bolehkah Dimakan dalam Jumlah Banyak Setiap Hari?

Selain itu, kenari juga mengandung banyak asam lemak omega-3, asam alfa-linolenat nabati, bersama dengan serat makanan, protein, magnesium, dan fosfor. Ini didapati dari sebuah penelitian terhadap 1.113 makanan berbeda yang diuji antioksidannya.

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa senyawa fenolik di dalam kenari lebih besar dari jus apel dan anggur merah. Berikut ini beberapa manfaat kesehatan dari kenari, seperti dirangkum dari laman Boldsky.

1. Meningkatkan kognitif dan kesehatan otak

Protein beta amiloid mempromosikan plak amiloid di otak yang mengarah pada perkembangan alzheimer, demensia, dan penyakit degeneratif lainnya dan gangguan kognitif. Kenari mempunyai senyawa neuroprotektif seperti melatonin, vitamin E, lemak omega-3 dan antioksidan folat, serta efek anti-inflamasi.

Mengonsumsi kenari dapat membantu meningkatkan kognisi dan memori, pembelajaran dan koordinasi motorik, sehingga meningkatkan kinerja kognitif dan meningkatkan kesehatan otak.

Kacang kenari.

2. Mencegah penyakit jantung

Kenari mempunyai mekanisme kardioprotektif karena efeknya pada kadar kolesterol, detak jantung, dan fungsi endotel.

Kehadiran L-arginine, asam amino dalam kenari memberikan manfaat multi-vaskular bagi orang yang sakit karena masalah jantung atau berisiko besar mengalami serangan jantung. Kenari juga kaya akan asam lemak omega-3, asam alfa-linolenat (ALA) nabati yang mempunyai aktivitas anti-inflamasi dan anti-koagulan yang kuat.

Hal ini dapat membantu mencegah pembentukan bekuan darah dan menurunkan risiko serangan jantung. Beberapa penelitian mengatakan bahwa mengonsumsi empat kenari sehari dapat mengurangi 50 persen kemungkinan terkena serangan jantung.

Kacang Hijau Baik untuk Penderita Diabetes, Ini Alasannya

3. Mengatasi diabetes

Menurut sebuah penelitian, prevalensi diabetes secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi. Kenari, terutama yang direndam, mempunyai dampak positif baik bagi penderita pradiabetes maupun diabetes. Ini dapat membantu mengontrol kadar glukosa dengan mengurangi kadar kolesterol, mengendalikan massa tubuh dan meningkatkan rasa kenyang.

Senyawa lain yang juga membantu dalam mengelola diabetes termasuk lemak omega-3, molibdenum, tembaga, biotin dan mangan.

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa orang dewasa gemuk yang menderita diabetes telah menunjukkan penurunan kadar gula yang signifikan setelah mengonsumsi secangkir kenari setiap hari dalam makanan mereka.

4. Mempunyai sifat kemopreventif atau membantu melawan kanker

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa senyawa aktif tertentu dalam kenari seperti asam lemak omega-3, beta-sitosterol, tokoferol dan pedunculagin mempunyai sifat pencegahan kanker. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan berkontribusi pada penekanan kanker.

Kenari dapat memperlambat pertumbuhan jenis kanker tertentu seperti payudara, usus besar, prostat, dan ginjal karena mekanisme antiangiogenik dan antiproliferatifnya.

Comments