12 Cara Mencegah Klaster Long Weekend

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

12 Cara Mencegah Klaster Long Weekend

12 Cara Mencegah Klaster Long Weekend

KEPONEWS.COM - 12 Cara Mencegah Klaster Long Weekend Masyarakat bersiap menghadapi libur panjang alias long weekend pada akhir Oktober 2020. Sebagian besar masyarakat sudah merencanakan liburan atau bepergian ke luar kota. Tentunya kondisi ini berpotens...

Masyarakat bersiap menghadapi libur panjang alias long weekend pada akhir Oktober 2020. Sebagian besar masyarakat sudah merencanakan liburan atau bepergian ke luar kota. Tentunya kondisi ini berpotensi meningkatkan penyebaran virus corona di Tanah Air.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan mayarakat harus selalu waspada dan menerapakan protokol kesehatan untuk mencegah semakin maraknya penularan Covid-19. Karena pada dua libur panjang sebelumnya adalah saat lebaran dan 17 Agustus terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan di Indonesia.

Satu bulan pasca-lebaran ada peningkatan adalah pada 23 Mei 2020 yang mulanya di angka 900-an, satu bulan kemudian setelah libur panjang adalah 23 juni menembus angka 1.000-an. Artinya ada peningkatan. Angka peningkatan kematian juga bertambah awalnya 25, sebulan kemudian menjadi 35, terang Dicky, dalam Live Streaming Okezone Antisipasi Klaster Libur Panjang beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan ini Dicky pun membagikan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya klaster long weekend karena Covid-19. Beberapa hal yang bisa dilakukan ialah:

long weekend banyak orang berwisata

1. Harus ada dukungan dari para kepala daerah masing-masing untuk mencapai tujuan bersama. Artinya kepala daerah harus berdiskusi untuk meminimalisir mobilisasi dan membatasi interaksi masyarakat selama libur panjang. Ini harus dibuat regulasi untuk bisa meredam hal tersebut.

2. Melakukan Tracing, Testing, Treatment (3T) secara kontinyu dan jangan dikaitkan pada saat orang mau pergi. Tujuannya agar dapat berjalan dengan efektif.

3. Berlibur di zonanya sendiri. Artinya tidak keluar dari daerah kota mereka berasal alasannya adalah kondisi Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Misalnya kalau tinggal di Bandung, liburnya dibatasi di Bandung saja dan jangan keluar dari daerah tersebut.

4. Menerapkan sistem yang ketat seperti apa yang dilakukan oleh Australia. Pemerintah Australia sangat membatasi mobilisasi masyarakatnya. Mereka hanya diperbolehkan bepergian sejauh 25 kilometer dari tempat tinggal.

5. Memakai alat pembayaran berupa card seperti E-money selama pandemi dan tidak boleh melakukan pembayaran secara tunai.

5 Potret Airport Style Wika Salim, Kece Badai!

6. Kalau sudah terlanjur beli tiket dan memang harus bepergian. Pastikan pergi dan pulang memakai kendaraan pribadi atau kendaraan yang tidak bercampur dengan orang lain. Misalkan travel atau taksi online dan lain-lain.

Comments