10 Tips Abadikan Hujan Meteor Terbaik, Jangan Lupa Bawa Kopi

Tips & Tricks

Fun / Tips & Tricks

10 Tips Abadikan Hujan Meteor Terbaik, Jangan Lupa Bawa Kopi

10 Tips Abadikan Hujan Meteor Terbaik, Jangan Lupa Bawa Kopi

KEPONEWS.COM - 10 Tips Abadikan Hujan Meteor Terbaik, Jangan Lupa Bawa Kopi Hujan meteor Perseid merupakan hujan meteor terbaik sepanjang tahun. Kemungkinan puncak hujan meteor Perseid tahun ini akan terjadi pada 12-13 Agustus 2018. Bila ingin mendapat hasil pemandangan terb...

Hujan meteor Perseid merupakan hujan meteor terbaik sepanjang tahun. Kemungkinan puncak hujan meteor Perseid tahun ini akan terjadi pada 12-13 Agustus 2018. Bila ingin mendapat hasil pemandangan terbaik, maka Kamu harus memperhatikan bagaimana Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) membagikan waktu dan tempat terbaik untuk mengabadikan fenomena tersebut.

Bila Kamu sudah mendapat lokasi dan waktu yang tepat, maka kuncinya tinggal bawa kamera beserta tripod. Cobalah untuk menangkap beberapa garis indah saat hujan meteor bertabur di langit malam.

Berikut beberapa tips mengabadikan fenomena hujan meteor dan fenomena langit lainnya, dikutip dari Populer Science, Selasa 7 Agustus 2018.

Temukan tempat tergelap

Bila Kamu hanya berdiam diri di lokasi yang penuh dengan penerangan, maka kesempatan untuk mendapat momen tersebut akan menipis. Pergilah ke tempat yang sangat gelap, di mana lampu neon dan lampu jalan hanya tersedia dalam jumlah yang sangat sedikit.

Kamu bisa gunakan software 'Light Pollution Map', untuk membantu pencarian lokasi yang sedikit cahaya. Dengan begitu Kamu bisa cepat menemukan langit yang bersih untuk keperluan fotografi.

Sediakan kopi

Waktu menyaksikan hujan meteor terbaik dimulai dari tengah malam. Semakin larutnya malam, hal-hal mengasyikkan akan terus terjadi. Fotografer yang tetap berada di luar sebelum matahari terbit, kemungkinan akan mendapat pertunjukan yang luar biasa. Maka sediakanlah kopi agar tetap terjaga.

Jangan lupa kabel rilis

Membawa tripod sama artinya dengan Kamu yang harus membawa kabel rilis. Menjauhkan jari Kamu dari tombol rana kamera akan membantu mencegah gambar yang buram. Bila Kamu tidak mempunyai kabel rilis, maka bisa memanfaatkan pengatur waktu pada fasilitas kamera.

Letakkan sesuatu di depan kamera

Kalau fotografer hanya membidik langit, mereka hanya akan mendapat banyak garis-garis cahaya pada frame. Bereksperimenlah dengan meletakkan benda-benda lain di dalam bingkai, walaupun hanya siluet gunung. Memasukkan benda ke dalam siluet akan menaikkan tingkat kesulitan, namun juga dapat menambah rasa kepuasan.

Gunakan lensa yang lebar

Benda langit tidak akan selalu berada tepat di depan lensa. Maka fotografer harus memakai lensa lebar untuk mendapat hasil yang terbaik. Kamu harus membiarkan aperture tetap terbuka lebar. Hujan meteor tidak akan meluncur secara merata (sporadis). Mempunyai lensa lebar akan membuat kesempatan Kamu menjadi jauh lebih besar.

Penampakan Hujan Meteor Perseid

Gunakan ISO yang tepat

Setiap model kamera akan bereaksi secara berbeda dengan eksposur panjang cahaya rendah. Kamu bisa memulainya dari ISO 800 dan sesuaikan dengan keadaan. Fotografer mungkin akan mendapat noice atau gangguan. Sebisa mungkin Kamu harus menghindari gangguan pixel dan warna cerah yang sering dikaitkan dengan kamera digital.

Waktu eksposur

Sebagian besar kamera digital dapat menangani eksposur selama 30 detik, sebelum noise mulai tidak terkendali. Hal ini ialah permulaan yang bagus untuk memulai, namun juga menjadi waktu yang singkat untuk mengabadikan bintang dari garis-garis cahaya yang disebabkan karena rotasi bumi.

Isi daya baterai

Bahkan kalau daya kamera masih ada setengahnya, Kamu hanya harus kembali mengisinya sampai penuh. Dengan terisinya baterai sampai penuh, akan membuat fotografer mendapat frame yang lebih banyak. Suhu yang lebih rendah juga akan membuat daya baterai menjadi cepat menyusut. Pemotretan di cuaca dingin juga harus menyediakan cadangan baterai yang lebih ekstra.

Arahkan kamera ke posisi yang tepat

Arah jalur hujan meteor akan bervariasi, tergantung dari beberapa faktor. Fotografer bisa melakukan beberapa penelitian di Google untuk mendapat momen yang tepat. Satu lokasi mungkin bisa mendapat momen hujan meteor, namun bisa juga tidak mendapat momen lainnya. Kamu bisa memperhatikannya secara kasat mata, dari mana mereka berasal dan ke mana mereka akan pergi.

Terus ambil gambar

Seperti kilat, datangnya meteor sangat tidak bisa diprediksi. Namun ini bisa jadi memuaskan jikalau mereka dapat menangkapnya. Kamu tidak perlu takut saat menangkap gambar satu demi satu. Tidak ada yang lebih membuat frustrasi daripada shutter snap yang tertutup hanya dalam waktu sekian detik sebelum hujan meteor melintas di langit.


loading...

Comments