10 Alasan Mengapa Final Fantasy X adalah JRPG Legendaris!

Games

Updates / Games

10 Alasan Mengapa Final Fantasy X adalah JRPG Legendaris!

10 Alasan Mengapa Final Fantasy X adalah JRPG Legendaris!

KEPONEWS.COM - 10 Alasan Mengapa Final Fantasy X adalah JRPG Legendaris! Reading time: July 22, 2021 Apakah Kamu termasuk gamer yang sempat merasakan Final Fantasy X ketika ia pertama kali dilepas untuk Playstation 2? Bahwa rasa cinta Kamu pada franchise ini di waktu itu,...

Reading time:

July 22, 2021

final fantasy x feat image

Apakah Kamu termasuk gamer yang sempat merasakan Final Fantasy X ketika ia pertama kali dilepas untuk Playstation 2? Bahwa rasa cinta Kamu pada franchise ini di waktu itu, tidak membuat keterbatasan bahasa Jepang di awal rilis menjadi masalah? Kalau jawaban Kamu ialah iya, maka selamat, karena Kamu sudah menua setidaknya 20 tahun semenjak momen menakjubkan itu terjadi. Benar sekali, Square Enix melepas Final Fantasy X untuk pertama kalinya di tanggal 19 Juli 2001 di Playstation 2 untuk pasar Jepang, yang lewat kekuatan bajakan di pasar Indonesia kala itu, juga tak sulit menemukan jalan ke tangan gamer pencinta JRPG di sana.

Sebagai gamer pencinta Final Fantasy, Final Fantasy X ialah seri yang di mata kami butuh waktu untuk dicintai. Untuk waktu yang sangat lama, kami termasuk gamer yang tidak pernah mengkategorikannya sebagai salah satu seri Final Fantasy terbaik atau memprioritaskannya sebagai seri yang akan kami rekomendasikan untuk siapapun yang hendak terjun ke dunia Final Fantasy. Namun seiring dengan menuanya usia, semakin mantapnya kemampuan bahasa Inggris, semakin banyak seri Final Fantasy yang tersedia, yang terjadi ialah rasa apresiasi yang justru meninggi. Bahwa sebuah kualitas istimewa yang sebenarnya tak sulit untuk menempatkan Final Fantasy X sebagai seri Final Fantasy terbaik yang pernah ada.

Sembari merayakan ulang tahunnya yang ke-20, maka menurut kami tidak ada lagi momen yang lebih tepat untuk mengembangkan sedikit rasa nostalgia untuk Final Fantasy X yang saat ini juga sudah tersedia dalam format HD Remaster untuk platform gaming lebih modern. Apa saja yang membuat game ini terasa begitu spesial? Inilah toplist alasannya menurut versi JagatPlay:

Tantangan Gila ff x thunder plais

Kami sebenarnya tidak cukup yakin untuk menyertakan hal yang satu ini, namun mau tidak mau harus diakui, bahwa konten seperti inilah yang pada akhirnya membuat FInal Fantasy X berujung memorable dan legendaris. Bahwa seri yang satu ini, terutama ketika Kamu mengejar senjata-senjata terkuat yang tersedia atau dengan ambisi untuk mengalahkan monster-monster terkuat yang ada, harus berujung melakukan beberapa tantangan yang siap untuk membuat rasa frustrasi memuncak. Masih ingat kerja keras untuk menyelesaikan tantangan balap Chocobo dengan catatan waktu harus menyentuh angka 0.0? Atau bagaimana Kamu harus menghindafi 200 petir di Thunder Plains, yang muncul tanpa counter sama sekali dan harus Kamu hitung sendiri, di tengah konsentrasi super berat untuk memastikan bahwa Kamu tidak gagal mengeksekusi aksi hindar satupun selama proses itu? Kita semua mungkin membencinya, namun harus diakui, sulit melupakannya begitu saja.

Blitzball blitzball

Mengimplementasikan sebuah olahraga khusus di dalam sebuah video game, yang juga terikat pada kesempatan untuk mendapatkan senjata dan serangan lebih kuat? Kami yakin bahwa sebagian besar gamer yang sempat merasakan Final Fantasy X berujung membenci Blitzball, termasuk kami. Namun begitu kami menikmatinya dalam format HD Remaster dan benar-benar memahami mekanik yang diusung, olahraga lempar bola di dalam stadium berisikan air ini ternyata berujung lebih seru daripada yang dibayangkan. Walaupun pada akhirnya Kamu akan sangat mengandalkan Tidus untuk mencetak sebanyak mungkin goal, namun melihat tim Kamu dan Wakka yang selama ini diremehkan berujung menjadi juara memang meninggalkan rasa puas yang tidak tergantikan. Saran kami untuk Kamu yang membencinya? Beri ia kesempatan sekali lagi jikalau Kamu berujung memainkan Final Fantasy X kembali di masa depan.

Voice Acting hahahaha

Dengan kapasitas blu-ray saat ini, tidak mempunyai voice acting sama sekali di dalam sebuah game akan meninggalkan kesan aneh dan malas dari sisi developer. Padahal, game JRPG di masa lampau, khususnya untuk era Playstation 1 sedikit sekali yang memuat fasilitas yang satu ini karena keterbatasan ruang data yang ditawarkan oleh CD. Hanya beberapa game yang berujung menyuntikkan voice acting yang memorable, seperti suara serangan Tales of Destiny atau dialog di Thousand Arms. Baru ketika di era Playstation 2-lah, Final Fantasy X datang dengan voice acting penuh dari awal hingga akhir permainan. Ia mungkin tidak terasa istimewa saat ini, namun pada zamannya, keputusan ini memberikan ruang besar bagi kepribadian setiap karakter untuk direpresentasikan dengan lebih baik. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana sensasi permainan Final Fantasy X kami sendiri, bila misalnya kami berujung menyuntikkan suara bijak untuk sosok Wakka atau suara manja untuk Yuna, misalnya.

Sistem Baru yang Bekerja dengan Baik final fantasy

Memberikan sesuatu yang baru namun tidak lari dari pakem terlalu jauh, Final Fantasy X memang masih menunjukkan konsep JRPG turn-based dengan sistem ATB sebagai basis. Walaupun demikian, ia memberikan begitu banyak hal baru nan strategis juga di dalamnya. Tidak hanya dari sistem baca giliran yang membuat Kamu bisa mempersiapkan diri, tetapi juga sistem gonta-ganti karakter yang bisa dimaksimalkan untuk membasmi varian musuh tertentu dengan lebih efektif. Keputusan untuk menjadikan summon sebagai benteng sementara bagi party dan alih-alih hanya datang untuk mengeluarkan animasi serangan saja. Transisi sistem dari Final Fantasy IX ke X memberikan banyak hal baru yang di mata kami, tampil memesona.

Pages: 1 2 3

Comments